MATAPEDIA6.com, BATAM— TNI Angkatan Laut bersama BAIS TNI menggagalkan upaya masuknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural melalui jalur ilegal di perairan Karimun, Jumat (24/04/2026).
Tim Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun yang berkolaborasi dengan Tim 3 BAIS TNI bergerak cepat setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan di kawasan pesisir.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada IV, Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc, menyatakan operasi penindakan berlangsung sekitar pukul 03.15 WIB di kawasan pesisir depan Hotel 21.
“Tim gabungan mengamankan enam orang, terdiri dari satu Anak Buah Kapal (ABK) berinisial B dan lima PMI non prosedural berinisial S, S, R, KL, dan DS,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Operasi bermula pukul 02.00 WIB saat tim menggelar patroli di sepanjang bibir pantai yang rawan penyelundupan, dari Jembatan Kuning Leho menuju kawasan pesisir.
“Sekitar pukul 03.00 WIB, petugas mencurigai sebuah mobil Avanza hitam yang terparkir di pinggir jalan dengan tiga pria menghadap laut,” ujarnya.
Baca juga:Pertamina Salurkan 1.000 Paket Sembako Lewat Pasar Murah di Lhokseumawe
Kecurigaan itu terbukti ketika pada pukul 03.15 WIB sebuah speed boat bermesin 40 PK merapat dan menurunkan seorang pria. Tim langsung melakukan pemeriksaan awal dan mengejar kapal yang mencoba kabur.
Dalam pengejaran, petugas menangkap empat pria dan satu wanita yang bersembunyi di bawah jaring. Kelimanya diduga PMI non prosedural yang baru masuk dari Malaysia. Sementara seorang tekong dan tiga penjemput darat berhasil melarikan diri menggunakan kendaraan.
Petugas menyita satu unit speed boat bermesin 40 PK berwarna biru, delapan unit telepon genggam, serta empat tas ransel. Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi barang terlarang seperti narkotika.
Selanjutnya, tim membawa seluruh PMI non prosedural dan ABK ke Mako Lanal Tanjung Balai Karimun untuk pemeriksaan lanjutan. Lima PMI diserahkan ke BP3MI, sedangkan ABK diserahkan ke Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun.
TNI AL menegaskan akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan perbatasan. Langkah ini sekaligus menutup celah penyelundupan dan menekan pergerakan PMI non prosedural demi menjaga kedaulatan serta keamanan laut Indonesia.
Baca juga:Jambi Darurat Penipuan, Pedagang UMKM Resah Hadapi Beragam Modus Kejahatan
Editor:Zalfirega

















