10 Tahun Lumpuh dan Dirawat Keluarga, Daniel di Sagulung Akhirnya Dapat Perhatian Pemko Batam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali kota Batam Amsakar Achmad bersama Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Foto: Diskominfo

Wali kota Batam Amsakar Achmad bersama Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Foto: Diskominfo

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM-Selama hampir satu dekade, Daniel Perangin Angin menjalani hidup dalam keterbatasan di sebuah rumah sederhana di Kaveling Sagulung Mandiri, Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Tubuhnya yang lumpuh membuat aktivitas sehari-hari bergantung pada bantuan keluarga. Di tengah perjuangan panjang itu, keluarga Daniel mengaku nyaris tak pernah berhenti berharap ada uluran tangan yang datang.

Harapan itu akhirnya mulai terlihat pada Jumat (5/6/2026). Sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Batam mendatangi rumah Daniel untuk melihat langsung kondisinya sekaligus memastikan berbagai kebutuhan dasar dan layanan sosial dapat segera dipenuhi.

Tim yang terdiri dari Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, dan Dinas Sosial Kota Batam melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi Daniel.

Mereka memeriksa data administrasi, kondisi kesehatan, hingga kebutuhan alat bantu yang selama ini belum terpenuhi.

Daniel diketahui mengalami kelumpuhan sejak sekitar 10 tahun lalu. Kondisinya bermula ketika ia masih duduk di bangku SMA pada 2016 dan mulai mengalami gangguan kekakuan otot yang terus memburuk hingga membuatnya kehilangan kemampuan bergerak secara normal.

Kisah Daniel kemudian sampai ke Pemerintah Kota Batam. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pemerintah harus hadir bagi warga yang membutuhkan, terutama penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Baca juga:KSOP Batam Evakuasi 9 Awak MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Singapura

“Negara tidak boleh absen. Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan hak yang sama, termasuk akses kesehatan, bantuan sosial, dan perlindungan yang layak,” tegas Amsakar dikutip dari laman media center, Sabtu (6/6/2026).

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra juga meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat agar Daniel segera memperoleh layanan kesehatan, terapi, hingga alat bantu mobilitas yang dibutuhkan.

“Kami tidak ingin ada warga yang terhambat mendapatkan layanan hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan akses. Semua program yang tersedia akan kami optimalkan agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Di rumah sederhana itu, petugas mendata seluruh kebutuhan Daniel. Dari hasil asesmen awal, ia memerlukan kursi roda khusus, alat bantu mobilitas, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Batam Chitra Widyia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, tim langsung diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan menyiapkan langkah penanganan.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, Dinas Sosial juga akan mengusulkan bantuan lanjutan ke Kementerian Sosial RI agar Daniel memperoleh dukungan yang lebih komprehensif sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi keluarga, kedatangan pemerintah menjadi momen yang selama ini dinanti. Setelah bertahun-tahun merawat Daniel secara mandiri, mereka akhirnya melihat secercah harapan untuk masa depan putra mereka.

“Selama ini kami berjuang sendiri. Kami sangat bersyukur karena pemerintah datang langsung melihat kondisi anak kami. Kami berharap Daniel bisa segera mendapat bantuan pengobatan dan terapi,” kata Vivi Wati br Sidabutar, ibu Daniel, dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Daniel menjadi pengingat bahwa di balik pesatnya pembangunan kota, masih ada warga yang berjuang dalam sunyi. Kini, setelah 10 tahun menanti, pintu harapan itu perlahan mulai terbuka.

Baca juga:BP Batam dan PMII Batam Bahas Air Bersih, Banjir hingga Peluang Kerja Lokal

Editor:Zalfirega 

 

Berita Terkait

Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Jalur Laut, Periksa Dua Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar
Pertamina Edukasi 538 Anak di Medan dan Batam Kelola Sampah pada Hari Anak Nasional
AJI Batam Sebut Dua Insiden Jadi Sinyal Ancaman terhadap Kebebasan Pers di Batam
Kabid Humas Polda Kepri Edukasi Pelajar Nizam Al-Mulk Batam tentang Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
AJI Batam Kecam Perusakan Ponsel Wartawati Tribun Batam di PN Batam
Li Claudia Serap Aspirasi Warga Rempang-Galang soal Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih
Anak Sedang Main HP di Top 100 Tembesi, Dua Pelaku Perampasan Ditangkap Polsek Sagulung
Keributan di Grand Batam Mall Berakhir Damai, Dodi dan Junico Saling Memaafkan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:55 WIB

Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Jalur Laut, Periksa Dua Kapal Asing di Sekupang dan Batu Ampar

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:28 WIB

Pertamina Edukasi 538 Anak di Medan dan Batam Kelola Sampah pada Hari Anak Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:17 WIB

AJI Batam Sebut Dua Insiden Jadi Sinyal Ancaman terhadap Kebebasan Pers di Batam

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:17 WIB

Kabid Humas Polda Kepri Edukasi Pelajar Nizam Al-Mulk Batam tentang Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:09 WIB

AJI Batam Kecam Perusakan Ponsel Wartawati Tribun Batam di PN Batam

Berita Terbaru