Bundaran Raja Hamidah Punggur Butuh Penerangan, Suhar: Belum Anggarkan

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi bundaran Raja Hamidah di siang hari, jalan lebar dan mulus, namun belum ada lampu jalan, Sabtu (15/2/2025) Matapedia6.com/Luci

Kondisi bundaran Raja Hamidah di siang hari, jalan lebar dan mulus, namun belum ada lampu jalan, Sabtu (15/2/2025) Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Bundaran Raja Hamidah atau Bundaran Punggur, yang baru diresmikan akhir 2024 lalu, kini menjadi sorotan warga Batam.

Meski jalannya sudah mulus dan lebar, tidak adanya lampu jalan membuat lokasi ini gelap gulita di malam hari, meningkatkan risiko kecelakaan.

Kondisi ini dikeluhkan banyak pengendara, terutama mereka yang sering melintas dari Kepri Mall menuju Nongsa dan Punggur.

Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur utama bagi kendaraan logistik, termasuk mobil kontainer dari Batuampar ke Punggur.

Sulaiman, seorang warga Taman Raya Batam Centre yang bekerja di Punggur, mengungkapkan kekhawatirannya saat melintasi jalan ini di malam hari.

“Jalannya memang bagus, jadi banyak yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi karena gelap, kita sulit melihat kendaraan lain, terutama kontainer yang tidak menyalakan lampu belakang,” ujar Sulaiman, Sabtu (15/2/2025).

Kurangnya pencahayaan di jalan ini juga bisa menjadi penyebab kecelakaan beruntun. Selain kendaraan yang sulit terlihat, pengendara motor juga berisiko menabrak lubang atau hambatan lain yang tidak terlihat dalam gelap.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pemasangan lampu jalan di Bundaran Raja Hamidah belum bisa direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran.

“Mudah-mudahan nanti di anggaran perubahan bisa kita ajukan dan disetujui,” kata Suhar.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebelum terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa.

Selain itu, kurangnya penerangan juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk melakukan aksi kejahatan.

Menunggu anggaran perubahan mungkin bukan solusi terbaik jika risiko kecelakaan terus meningkat.

Pemerintah dapat mencari solusi sementara, seperti memasang penerangan darurat atau menggandeng pihak swasta untuk berkontribusi dalam penyediaan lampu jalan.

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga bisa berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan perekonomian daerah.

Jalan utama yang tidak aman bisa menghambat distribusi barang dan meningkatkan risiko kerugian bagi perusahaan yang menggunakan jalur tersebut.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

BP Batam Bangun IFA Sei Temiang dan Tingkatkan Produksi Dam Sei Ladi, Target Rampung Agustus 2026
Tabrak Bocah di Depan Sekolah, Sopir Rocky Kabur—Polisi Tetapkan Tersangka
Air Masih Seret di Tanjung Sengkuang, Amsakar Kebut Tambah Kapasitas IPA
Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran
Laporan 110 Masuk, Polisi Gerak Cepat Tangani Dugaan Pengeroyokan di Batam Kota
Bapemperda Batam Revisi Perda Sampah, Targetkan Solusi Komprehensif
BP Batam Tutup Jalur Vital Gajah Mada, Arus Dialihkan Tiga Hari
Arlon Veristo Serap Aspirasi Warga Buliang, Tampung Keluhan Infrastruktur

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 22:54 WIB

BP Batam Bangun IFA Sei Temiang dan Tingkatkan Produksi Dam Sei Ladi, Target Rampung Agustus 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 18:51 WIB

Tabrak Bocah di Depan Sekolah, Sopir Rocky Kabur—Polisi Tetapkan Tersangka

Sabtu, 4 April 2026 - 18:31 WIB

Air Masih Seret di Tanjung Sengkuang, Amsakar Kebut Tambah Kapasitas IPA

Sabtu, 4 April 2026 - 16:56 WIB

Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran

Sabtu, 4 April 2026 - 11:34 WIB

Bapemperda Batam Revisi Perda Sampah, Targetkan Solusi Komprehensif

Berita Terbaru