Kejari Batam Tetapkan WN Singapura Tersangka Dugaan Korupsi Lahan Fasum

Selasa, 17 Juni 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

WNA Singapura ditahan usai dijadikan tersangka dugaan korupsi lahan Fasum, Selasa (17/6/2025). Foto:Istimewa

WNA Singapura ditahan usai dijadikan tersangka dugaan korupsi lahan Fasum, Selasa (17/6/2025). Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM –Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menetapkan seorang warga negara Singapura berinisial PTP sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan lahan fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota Batam.

Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi, menyebut tersangka menjabat sebagai manajer di perusahaan pengembang PT Sentek Indonesia yang membangun perumahan Merlion Square di kawasan Tanjung Uncang, Batu Aji.

Tim penyidik mengungkap, lahan seluas 4.946 meter persegi yang seharusnya diserahkan kepada pemerintah sebagai bagian dari Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), justru dijual oleh PTP kepada Ketua Yayasan Suluh Mulia Pionir (SMP) berinisial KKJ seorang warga negara Korea, senilai Rp 494 juta.

“Akibat transaksi ilegal tersebut, lahan PSU berupa sarana pendidikan tidak bisa dimanfaatkan Pemerintah Kota Batam,” kata Kasna didampingi Kasi Pidsus Kejari Batam Tohom Hasiholan dan Kasi Intel Kejari Batam Priandi Firdaus dalam konferensi pers, Selasa (17/6/2025).

Ia menyebutkan penetapan tersangka berdasarkan empat alat bukti, termasuk keterangan saksi dan ahli, surat-surat, serta petunjuk hukum yang menguatkan

“Perbuatan melawan hukum, tindakan memperkaya diri sendiri atau korporasi hingga kerugian negara mencapai Rp4,89 miliar, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” imbuhnya.

Kini, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka telah ditahan di Rutan Batam selama 20 hari ke depan. Kejaksaan juga membuka peluang keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

“Kami masih mendalami fakta-fakta hukum lainnya. Tidak menutup kemungkinan, ada pihak tambahan yang akan dimintai pertanggungjawaban secara pidana,” tutup dia.

 

Penulis:Rega|Editor:Miezon

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan
PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026
Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara
Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap
Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam
Pembacokan di PJB Sagulung, Korban Terjebak di Drainase dan Pelaku Masih Diburu Polisi 
Polisi Tangkap 2 Pria, Diduga Aniaya Pekerja Proyek di Sagulung Batam karena Persoalan Gaji
Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:57 WIB

PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam

Berita Terbaru