S\&P Tegaskan Ketahanan Ekonomi dan Sektor Keuangan Indonesia

Rabu, 30 Juli 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Foto:Istimewa

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut afirmasi peringkat kredit sovereign Indonesia oleh Standard and Poor’s (S\&P) Global Ratings pada level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan outlook stabil.

Penilaian ini mencerminkan kepercayaan terhadap kekuatan fiskal, ketahanan ekonomi, dan solidnya sektor keuangan nasional.

S\&P menilai Indonesia mampu menjaga defisit fiskal di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka menengah, meskipun lanskap global semakin kompleks dan program sosial terus diperluas.

Penilaian tersebut didukung strategi pengembangan industri berbasis komoditas dan hilirisasi yang selaras dengan kebijakan utama nasional sehingga menjaga stabilitas eksternal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan afirmasi peringkat kredit ini mencerminkan fundamental makroekonomi yang kuat sekaligus mengonfirmasi ketahanan dan pendalaman sektor keuangan.

“Afirmasi ini menegaskan kekuatan sistem keuangan Indonesia dan kepercayaan investor yang tetap terjaga. OJK berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan, memperdalam pasar, dan memperluas inklusi keuangan. Reformasi struktural berkelanjutan menjadi kunci untuk memperkuat arus investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” kata Mahendra dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).

OJK menegaskan komitmennya menjalankan program prioritas 2025 yang berfokus pada penguatan ekosistem jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan kompetitif.

Agenda tersebut mencakup diversifikasi instrumen, penguatan keuangan berkelanjutan, serta inovasi kebijakan dan regulasi untuk meningkatkan peran sektor keuangan domestik dalam pembiayaan pembangunan dan menarik investor jangka panjang.

Dengan inflasi yang terkendali, indikator eksternal yang stabil, dan institusi kebijakan yang kredibel, Indonesia terus mempertahankan status Investment grade di tengah tantangan global.

“Kepercayaan investor adalah aset penting dalam menjaga ketahanan pasar. OJK akan terus memperkuat stabilitas sistem keuangan sambil membangun kepercayaan jangka panjang,” tegas Mahendra.

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK juga memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita.**

Baca juga: OJK Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Kasus Investree

Berita Terkait

OJK Dorong Generasi Muda Kritis Pahami Risiko Aset Kripto di Ambon
Indosat Catat Pertumbuhan Dua Digit di Kuartal I 2026, Dorong Kinerja lewat AI Hyper-Personalization
Telkom Perkuat UMKM Perempuan Lewat Program Kartini Digital, Latih 73 Ribu Pelaku Usaha
Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Miliar Dana Diselamatkan
Kadin Nilai HPM Pasir Kuarsa Kepri Terlalu Tinggi dan Tidak Rasional
TelkomGroup Dukung PP TUNAS, Menkomdigi Tekankan Peran Generasi Muda Jaga Ruang Digital
Satgas PASTI Hentikan Aktivitas PT Malahayati Nusantara Raya
OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana, Bidik Investor Baru dan Perkuat Pasar Modal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:15 WIB

OJK Dorong Generasi Muda Kritis Pahami Risiko Aset Kripto di Ambon

Senin, 4 Mei 2026 - 18:19 WIB

Indosat Catat Pertumbuhan Dua Digit di Kuartal I 2026, Dorong Kinerja lewat AI Hyper-Personalization

Kamis, 30 April 2026 - 17:50 WIB

Telkom Perkuat UMKM Perempuan Lewat Program Kartini Digital, Latih 73 Ribu Pelaku Usaha

Rabu, 29 April 2026 - 21:04 WIB

Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal, Ratusan Miliar Dana Diselamatkan

Rabu, 29 April 2026 - 16:37 WIB

Kadin Nilai HPM Pasir Kuarsa Kepri Terlalu Tinggi dan Tidak Rasional

Berita Terbaru