Pertumbuhan Ekonomi Batam Tembus 6,66 Persen Kunci Rantai Pasok Investasi Nasional

Minggu, 14 September 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi Bersama Mewujudkan Indonesia Emas dan Asta Cita saat Pimpinan BP Batam Menghadiri RDP Komisi VI DPR RI (9/9/2025). Foto:Humas BP Batam

Sinergi Bersama Mewujudkan Indonesia Emas dan Asta Cita saat Pimpinan BP Batam Menghadiri RDP Komisi VI DPR RI (9/9/2025). Foto:Humas BP Batam

MATAPEDIA6.com, BATAM — Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali mencatatkan kinerja impresif. Perekonomiannya tumbuh 6,66% (year-on-year) pada Triwulan II 2025, jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya 5,3%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Batam menyumbang lebih dari 66% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Riau, dengan dorongan kuat dari lonjakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 9,22% dan menyumbang 3,81 poin persentase terhadap total pertumbuhan.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menegaskan tren ini menandakan Batam kian dipercaya investor.

“Data ini mengonfirmasi strategi kami: Batam adalah kota yang digerakkan oleh investasi. Kapasitas produksi di sektor manufaktur bernilai tambah, logistik, dan ekonomi digital terus meningkat,” ujar Fary dikutip dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).

Baca juga:Dorong Ekonomi Tumbuh 10 Persen, BP Batam Usulkan Anggaran 2026 Sebesar Rp5,3 Triliun

BP Batam telah menyiapkan Rencana Strategis 2025–2029 dengan target pertumbuhan ekonomi 10% pada 2029, melampaui target nasional 8%. Untuk itu, realisasi investasi tahunan dipacu naik dari Rp46,3 triliun (2025) menjadi Rp78,5 triliun pada 2029.

“Target ini komitmen kami membuka potensi penuh Batam. Infrastruktur kelas dunia, regulasi efisien, dan akses langsung ke pasar global adalah kunci,” tambahnya.

Tiga Fokus Utama Investasi Batam:

1. Hub Logistik dan Perdagangan Global— modernisasi pelabuhan, bandara, jasa keuangan, dan perdagangan internasional.
2. Industri Berteknologi Tinggi — manufaktur kedirgantaraan, ekonomi digital, dan industri kreatif.
3. Kawasan Ekonomi Baru & Jasa Modern — pariwisata kesehatan, waterfront city, serta pusat industri masa depan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut posisi geografis Batam yang strategis menjadikannya simpul rantai pasok global.

“Potensi Batam kini kami ubah menjadi kinerja nyata. Pemerintah pusat sudah menaruh perhatian, dunia internasional mulai melirik. Momentum ini harus kita jaga untuk mewujudkan target ekonomi dan investasi,” kata Amsakar secara terpisah.

Baca juga: BP Batam Terima Kunjungan Menteri Singapura, Pererat Kemitraan Ekonomi

Ia juga mengajak pelaku usaha menjaga iklim investasi yang kondusif demi terciptanya Batam sebagai rantai pasok inklusif, yang memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan pencapaian Indonesia Emas 2045.

Sementara Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, menilai pertumbuhan positif ini bukti iklim investasi solid.

“Pertumbuhan Batam mencerminkan kebijakan yang tepat dan infrastruktur yang terus membaik. Jika tren ini berlanjut, Batam bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Rafki.

Baca juga:Ketua DPRD Batam Soroti Tingginya Pengangguran Meski Investasi Terus Meningkat

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Rupiah Anjlok ke Rp 17.859 per Dolar AS
BEI Gandeng Maskapai, Dorong Pilot dan Awak Kabin Jadi Investor Saham
Botasupal Kepri Musnahkan 5.454 Lembar Uang Palsu, BI Perkuat Perang Lawan Rupiah Tidak Asli
PT BSP Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Ngenang, Perkuat Komitmen Hijau KEK Tanjung Sauh
BEI Rayakan 15 Tahun Kebangkitan, Pasar Modal Syariah Indonesia Makin Diakui Dunia
PLN Batam Perkuat Infrastruktur Listrik, Dony Oskaria Dorong Ketahanan Energi dan Daya Saing Kawasan
PLN Ingatkan:Instalasi Listrik Rumah Harus Direncanakan Sejak Awal
Kesalahan Investor Pemula: FOMO Saham hingga Abai Risiko, Ini Cara Menghindarinya

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:13 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp 17.859 per Dolar AS

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:57 WIB

BEI Gandeng Maskapai, Dorong Pilot dan Awak Kabin Jadi Investor Saham

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:04 WIB

Botasupal Kepri Musnahkan 5.454 Lembar Uang Palsu, BI Perkuat Perang Lawan Rupiah Tidak Asli

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:27 WIB

PT BSP Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Ngenang, Perkuat Komitmen Hijau KEK Tanjung Sauh

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:19 WIB

BEI Rayakan 15 Tahun Kebangkitan, Pasar Modal Syariah Indonesia Makin Diakui Dunia

Berita Terbaru

tangkapan layar screenshot google rupiah pada Kamis (28/5/2026). Foto:ist

Bisnis

Rupiah Anjlok ke Rp 17.859 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:13 WIB