Honorer Pemko Batam Tolak Damai dengan Oknum Istri Polisi, Kuasa Hukum Korban Siapkan Laporan Baru

Kamis, 18 September 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIASI - Kp bersama kuasa hukumnya saat berada di Polsek Batam Kota usai melakukan pertemuan dalam mediasi yang difasilitasi Polsek Batam Kota, Kamis (18/9/2025).

MEDIASI - Kp bersama kuasa hukumnya saat berada di Polsek Batam Kota usai melakukan pertemuan dalam mediasi yang difasilitasi Polsek Batam Kota, Kamis (18/9/2025).

MATAPEDIA6.com, BATAM – Upaya mediasi kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang honorer Pemko Batam berinisial Kp dan seorang oknum ibu Bhayangkari berinisial FB kembali menemui jalan buntu.

Pertemuan yang digelar di Polsek Batam Kota, Kamis (18/9/2025) pagi, berakhir tanpa kesepakatan damai.

Mediasi berlangsung singkat, hanya beberapa menit. Kp yang hadir bersama kuasa hukumnya memilih meninggalkan lokasi karena merasa belum bisa menerima perlakuan pelaku terhadap dirinya.

“Sejak kejadian itu, pelaku tidak pernah mencari saya untuk meminta maaf. Justru mereka menyebarkan narasi di media bahwa saya merebut suaminya. Itu fitnah dan sangat merendahkan martabat saya,” tegas Kp usai mediasi.

Ia menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan suami pelaku. Bahkan, tuduhan yang beredar di media sosial dan pemberitaan semakin membuatnya merasa dirugikan.

Baca juga: Polisi Bekuk Pria Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur saat Bekerja di Batam

“Saya ini seorang gadis, saya punya pekerjaan, saya bukan perempuan murahan seperti yang mereka sebut. Fitnah ini benar-benar melukai harga diri saya,” tambahnya.

Kuasa hukum Kp dari PPKHI, Arpandi Karjono, memastikan pihaknya akan menempuh langkah hukum baru. Ia menyebut tuduhan FB di media yang menyebut kliennya sebagai “pelacur” dan “perusak rumah tangga” sudah masuk kategori pencemaran nama baik.

“Kami sedang menyusun laporan tambahan terkait pernyataan pelaku di media. Itu jelas merusak harkat dan martabat klien kami, dan kami akan menempuh proses hukum hingga tuntas,” ungkap Arpandi.

Sementara itu, Kapolsek Batam Kota Kompol Anak Agung Made Winarta menyampaikan bahwa proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan ini masih berjalan di Unit Reskrim Polsek Batam Kota.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan
PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026
Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara
Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap
Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam
Pembacokan di PJB Sagulung, Korban Terjebak di Drainase dan Pelaku Masih Diburu Polisi 
Polisi Tangkap 2 Pria, Diduga Aniaya Pekerja Proyek di Sagulung Batam karena Persoalan Gaji
Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:57 WIB

PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam

Berita Terbaru

Ketua IKTD Batam H Arlon Versito dn Ketua IKTD Tanjungpinang bersama Kapolda Kepri, Jumat (30/10/2026). Foto:Humas Polda Kepri

News

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:01 WIB