10 Bulan, Polsek KKP Bongkar 16 Kasus PMI Ilegal Tetapkan 18 Tersangka

Senin, 24 November 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek KKP saat memberikan pengarahan kepada para korban PMI Ilegal di salah satu pelabuhan Internasional di Batam, Senin (24/11/2025). Matapedia6.com/Dok Polsek KKP

Kapolsek KKP saat memberikan pengarahan kepada para korban PMI Ilegal di salah satu pelabuhan Internasional di Batam, Senin (24/11/2025). Matapedia6.com/Dok Polsek KKP

MATAPEDIA6.com, BATAM – Perburuan terhadap jaringan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di Batam terus digencarkan.

Dalam kurun Januari hingga Oktober 2025, Polsek Kawasan Khusus Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang berhasil membongkar 16 kasus, dan menyelamatkan 23 korban, serta mengamankan 18 orang tersangka.

Kapolsek KKP Polresta Barelang, AKP Zharfan Edmond, menjelaskan modus para pelaku umumnya memanfaatkan impian para korban untuk bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi.

Para korban kemudian dijanjikan proses keberangkatan cepat, namun dengan cara-cara ilegal.

“Mereka tergiur iming-iming upah besar. Lalu dijanjikan berangkat melalui Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbourbay tanpa melalui prosedur resmi,” ujar AKP Zharfan, Senin (24/11/2025).

Baca juga: 302 PMI Dideportasi dari Malaysia Lewat Batam, Data Kasus PMI Ilegal di Kepri Terus Naik

Dari 23 korban yang berhasil diselamatkan, 10 di antaranya laki-laki dan 13 perempuan.

Sementara itu, 18 tersangka yang ditangkap terdiri dari 12 laki-laki dan 6 perempuan.

Setiap pelaku memiliki peran berbeda dalam jaringan, mulai dari perekrut, penampung, penyedia berkas keberangkatan, hingga penghubung dengan agen di luar negeri.

Kanit Reskrim Polsek KKP, Muhammad Rizky Fitrianor, menyebut proses hukum terhadap seluruh laporan yang masuk menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang tahun ini.

“Satu laporan masih dalam tahap pemberkasan. Empat laporan sudah tahap satu, dan sebelas lainnya sudah dinyatakan lengkap atau P21,” jelasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 81 juncto UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah diperbarui melalui UU Cipta Kerja, serta Pasal 55 dan 56 KUHP, ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga: Polsek Bengkong Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Kamboja, Empat Korban Diselamatkan

AKP Zharfan mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas legalitasnya.

“Pastikan selalu melalui jalur resmi. Jangan sampai terjebak praktik ilegal yang membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Penulis: Luci |Editor: Meizon

Berita Terkait

Polisi Bongkar Judi Online Omzet Rp10 Miliar per Bulan di Perumahan Mewah Batam
Jaksa Hadirkan Saksi KPHL Batam di Sidang Dju Seng Kasus Perusakan Hutan Lindung, Fakta Baru Terungkap
Keluarga Korban Teriaki Wilson Lukman Pembunuh Saat Tiba di PN Batam, Sidang Pembunuhan Dwi Putri 
Polisi Amankan Terduga Pencuri Kabel di Baloi Permai Usai Laporan 110
Polresta Barelang Ungkap Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Hotel Lubuk Baja, Libatkan WNA Malaysia
Polda Kepri Bongkar Markas Judi Online Internasional di Batam, 24 WNA Diamankan
Pembunuhan Perempuan di Lingga Terungkap, Pelaku Residivis Ditangkap di Lumajang
Polresta Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkoba Awal 2026, 38 Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:34 WIB

Polisi Bongkar Judi Online Omzet Rp10 Miliar per Bulan di Perumahan Mewah Batam

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:25 WIB

Jaksa Hadirkan Saksi KPHL Batam di Sidang Dju Seng Kasus Perusakan Hutan Lindung, Fakta Baru Terungkap

Senin, 18 Mei 2026 - 18:33 WIB

Keluarga Korban Teriaki Wilson Lukman Pembunuh Saat Tiba di PN Batam, Sidang Pembunuhan Dwi Putri 

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:58 WIB

Polisi Amankan Terduga Pencuri Kabel di Baloi Permai Usai Laporan 110

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:06 WIB

Polresta Barelang Ungkap Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Hotel Lubuk Baja, Libatkan WNA Malaysia

Berita Terbaru

tangkapan layar screenshot google rupiah pada Kamis (28/5/2026). Foto:ist

Bisnis

Rupiah Anjlok ke Rp 17.859 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:13 WIB