Pekerja Tewas Tersengat Listrik di Galangan PT ASL Batam

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban pekerja yang diduga tersengat listrik di Rumah Sakit. Foto:Istimewa

Jenazah korban pekerja yang diduga tersengat listrik di Rumah Sakit. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM– Kelalaian keselamatan kerja kembali memakan korban di kawasan industri galangan kapal Batam. Seorang pekerja subkontraktor PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batuaji, tewas tersengat listrik saat melakukan pengecatan kapal, Senin (29/12/2025) sore.

Korban berinisial RS (34) pekerja PT Vinex Caatindo, tersetrum sekitar pukul 15.30 WIB ketika mengoperasikan alat pengecatan spray gun di atas boom lift.

Alat angkat tersebut tersangkut kabel power yang terhubung langsung ke panel listrik aktif, sehingga aliran listrik langsung menyambar tubuh korban.

Seorang rekan kerja menyebut, korban bekerja bersama satu orang operator boom lift. Namun, pengamanan area kerja dan pengawasan jalur listrik diduga luput dari perhatian.

Baca juga:Pasar Modal di Tengah Gejolak, Kini Lebih Tangguh

“Korban lagi mengecat kapal. Boom lift tersangkut kabel listrik dari box panel, lalu korban langsung tersetrum,” ujar seorang pekerja di lokasi kejadian yang enggan disebut namanya.

Usai kejadian, rekan kerja segera mengevakuasi korban ke RS Elisabeth, Sei Lekop, Sagulung. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan peristiwa kecelakaan kerja tersebut. Ia menyatakan kepolisian masih mendalami penyebab kejadian, termasuk dugaan kelalaian prosedur keselamatan kerja.

“Benar, satu orang pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan potensi kelalaian,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya penerapan standar K3 di lingkungan industri galangan kapal, khususnya pada pekerjaan berisiko tinggi yang melibatkan alat berat dan instalasi listrik aktif.

Hingga berita ini diunggah, manajemen PT ASL belum memberikan keterangan resmi kepada Matapedia6 terkait kecelakaan kerja tersebut.

Baca juga:92 Persen BTS Indosat di Wilayah Terdampak Banjir Aceh Kembali Beroperasi

Penulis:Luci|Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja
Pulang ke Batam, Angela Lillo Bawa Identitas Kota Kelahiran ke Miss Global 2026 Thailand
DPRD Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Anggaran Naik Rp294 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu

Berita Terbaru