Forensik Ungkap Penyebab Kematian Bella Yudela, Mati Lemas Akibat Cekikan

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Lubuk Baja, Rabu (31/12/2025). Foto:Humas Polresta Barelang

Tersangka saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Lubuk Baja, Rabu (31/12/2025). Foto:Humas Polresta Barelang

MATAPEDIA6.com, BATAM – Misteri kematian tragis Bella Yudela (21) yang ditemukan membusuk di kamar kos kawasan Lubuk Baja, Batam, akhirnya terkuak.

Hal tersebut setelah Polsek Lubuk Baja menerima hasil forensik yang mengungkap detail mengerikan penyebab kematian perempuan muda tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas, menyampaikan korban mengalami kekerasan tumpul yang sangat fatal, terutama di bagian leher dan kepala.

“Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan patah pada tulang lidah serta dasar tulang tengkorak korban,” ujar Iptu Noval, Minggu (4/1/2026).

Tak hanya itu, tim forensik juga menemukan pendarahan otak, serta resapan darah di kulit kepala bagian dalam, otot leher, dada, hingga paru-paru, yang menandakan adanya tekanan dan kekerasan hebat sebelum korban meninggal dunia.

Baca juga: Polisi Ungkap Pembunuhan Berencana di Batu Selicin 

Menurut Noval, penyebab utama kematian korban adalah kekerasan tumpul di bagian leher yang menyebabkan tulang lidah patah, sehingga korban mengalami mati lemas.

“Kematian paling dominan disebabkan oleh cekikan,” tegasnya.

Selain cekikan, korban juga mengalami benturan keras di kepala.

Kekerasan tersebut menyebabkan patah tulang tengkorak dan pendarahan otak yang secara medis juga berpotensi menimbulkan kematian.

“Namun berdasarkan pola luka dan hasil medis, forensik menyimpulkan cekikan sebagai penyebab kematian utama,” tambah Noval.

Dari hasil otopsi, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 72 jam atau tiga hari sebelum jasadnya ditemukan dalam kondisi membusuk di kamar kos.

Hasil forensik ini semakin menguatkan langkah penyidik dalam menetapkan M. Tegar Aditama (19) yang diketahui sebagai pacar korban sebagai tersangka.

Tegar diduga kuat melakukan pembunuhan berencana terhadap korban.

Baca juga: Lonjakan Nataru 2025/2026: Bandara Hang Nadim Layani 173 Ribu Penumpang dalam 13 Hari

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan
PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026
Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara
Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap
Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam
Pembacokan di PJB Sagulung, Korban Terjebak di Drainase dan Pelaku Masih Diburu Polisi 
Polisi Tangkap 2 Pria, Diduga Aniaya Pekerja Proyek di Sagulung Batam karena Persoalan Gaji
Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:57 WIB

PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam

Berita Terbaru

Ketua IKTD Batam H Arlon Versito dn Ketua IKTD Tanjungpinang bersama Kapolda Kepri, Jumat (30/10/2026). Foto:Humas Polda Kepri

News

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:01 WIB