Aweng Kurniawan Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan PKH, BPNT, dan BLT di Pulau Bulang

Senin, 12 Januari 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan saat memberikan keterangan usai memimpin RDP lintas komisi di ruang rapat Ketua DPRD Kota Batam, Selasa (28/10/2025). Matapedia6.com/luci

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan saat memberikan keterangan usai memimpin RDP lintas komisi di ruang rapat Ketua DPRD Kota Batam, Selasa (28/10/2025). Matapedia6.com/luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Aweng Kurniawan, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan penyaluran bantuan sosial di Pulau Bulang.

Aweng mengaku prihatin atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun merasa dipersulit bahkan diduga ditipu dalam pencairan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Kesra, hingga bantuan beras Bulog.

Menurut Aweng, seluruh bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat yang menjadi hak masyarakat, khususnya warga kurang mampu, sehingga tidak boleh disalahgunakan oleh pihak mana pun.

“Saya minta Polsek Bulang menerima laporan dan keluhan warga, lalu segera menindaklanjutinya. Jangan ada pembiaran jika memang terjadi pelanggaran,” tegas Aweng, Senin (12/1/2026).

Aweng menilai persoalan ini sangat serius karena menyangkut hak dasar masyarakat.

Dia juga menegaskan jika benar terjadi praktik penipuan atau ketidaktransparanan dalam penyaluran bantuan, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan profesional.

Baca juga: Sisir Titik Rawan Tengah Malam, Polresta Barelang Cegah Kriminalitas dan Balapan Liar

“PKH, BPNT, dan BLT ini adalah hak warga. Tidak boleh ada pihak yang mempersulit, apalagi sampai melakukan penipuan dalam penyalurannya,” ujarnya.

Ia juga meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh agar kasus tersebut terang benderang dan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Kita minta diusut tuntas supaya jelas siapa yang bermain. Jangan sampai warga yang terdaftar sebagai penerima justru tidak menerima haknya,” kata Aweng.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan warga Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, mendatangi Polsek Bulang, Senin (12/1/2026).

Kehadiran warga untuk melaporkan dugaan penyelewengan penyaluran bantuan sosial yang selama ini mereka terima tidak utuh, bahkan sebagian mengaku tidak pernah menerima sama sekali.

Rombongan warga tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan diterima langsung oleh anggota kepolisian. Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan ketidaktransparanan agen penyalur bantuan di wilayah setempat.
Salah seorang warga, Zam Jibar,

mengungkapkan dirinya telah lama terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, hingga BLT Kesra. Namun, ia mengaku tidak pernah menerima kartu PKH maupun kartu rekening bantuan.

“Kami baru tahu kalau kami penerima manfaat setelah ke kantor camat. Di data kecamatan jelas terdaftar, bahkan tercatat uangnya selalu ditarik. Tapi kami tidak pernah menerima,” ujar Zam.

Zam menambahkan, sejak era Wali Kota Batam sebelumnya hingga sekarang, warga penerima manfaat di Pulau Bulang Lintang tidak pernah memegang kartu PKH. Kartu tersebut justru dipegang oleh agen yang ditunjuk untuk melakukan pencairan.

Baca juga: Pemko Batam Serahkan Bantuan Rp 4,5 Miliar ke Sumatera Barat, Diserahkan Langsung ke Gubernur Mahyeldi

“Selama ini kami hanya dikasih uang, itu pun tidak pernah tahu berapa nominal sebenarnya dari pemerintah. Kalau ditanya, agennya malah marah,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Siti Aisyah, penerima manfaat bantuan pangan Bulog dimana penyaluran bantuan di wilayahnya tidak adil dan jauh dari kata transparan.

“Di tempat kami hanya satu agen yang mengelola semua bantuan. Tapi banyak bantuan yang tidak sampai ke warga,” ujarnya.

Aisyah menyebut, pada tahun 2025 bantuan beras Bulog seharusnya disalurkan dua kali. Namun dirinya hanya menerima satu kali bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

“Penyaluran kedua kami tidak dapat. Waktu ditanya, agen bilang bantuannya sudah tidak ada,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data kelurahan, jumlah penerima bantuan Bulog di Kelurahan Bulang mencapai 305 orang.

Baca juga: Polsek Belakang Padang Bongkar Penempatan PMI Ilegal, Dua Pelaku Ditangkap

Namun dalam praktiknya, bantuan hanya dibagikan kepada sekitar 135 orang.

“Kami sempat demo ke kantor lurah. Setelah ribut, baru data dibuka dan bantuan dibagikan. Tapi kami sudah terlanjur kecewa dan akhirnya menolak menerima,” ungkapnya.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Sidang PNBP Pandu Tunda BP Batam: Saksi Tegaskan Lisa Yulia Tak Kendalikan Keuangan
Pedagang di Jambi Resah, Peredaran Uang Palsu Kembali Marak Jelang Ramadan
Kejadian Berulang, Amsakar Minta Disnaker Batam Beri Teguran Keras ke PT ASL
Rekonstruksi Pembunuhan Kekasih di Batam: 37 Adegan Terungkap, Cekikan Jadi Aksi Mematikan
Kebakaran Kapal Kembali Terjadi PT ASL Shipyard Batam, Korban Jiwa Belum Diketahui
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Jukir di Batam
Remaja di Batam Ditangkap Polisi Terungkap Curi Motor 15 Kali, Aksinya Berakhir di Polsek Sekupang
Belasan Kios Kuliner di Mega Legenda Batam Hangus Terbakar, Polisi Masih Lidik Penyebab Kebakaran

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:10 WIB

Sidang PNBP Pandu Tunda BP Batam: Saksi Tegaskan Lisa Yulia Tak Kendalikan Keuangan

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:12 WIB

Pedagang di Jambi Resah, Peredaran Uang Palsu Kembali Marak Jelang Ramadan

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:53 WIB

Kejadian Berulang, Amsakar Minta Disnaker Batam Beri Teguran Keras ke PT ASL

Senin, 26 Januari 2026 - 21:57 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Kekasih di Batam: 37 Adegan Terungkap, Cekikan Jadi Aksi Mematikan

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:20 WIB

Kebakaran Kapal Kembali Terjadi PT ASL Shipyard Batam, Korban Jiwa Belum Diketahui

Berita Terbaru