MATAPEDIA6.com, BATAM – Kepala Kantor Kemenag Kota Batam H. Budi Dermawan mengusulkan pelaksanaan Salat Istisqa menyusul kemarau panjang yang melanda Batam. Minimnya curah hujan, yang turut diperkuat data BP Batam, mulai menekan debit waduk di sejumlah wilayah dan memicu kekhawatiran krisis air.
Budi langsung menyampaikan usulan tersebut kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Dukungan pun mengalir, termasuk dari unsur Forkopimda Batam. Pemerintah bersama tokoh agama bergerak cepat menyusun langkah antisipasi.
“Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk MUI, untuk pelaksanaannya,” kata Budi Dermawan saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).
Baca juga:RSUD Embung Fatimah Bantah Isu Pasien Dipulangkan Paksa Tengah Malam
Ia menegaskan, kondisi waduk yang terus menyusut akibat hujan tak kunjung turun menjadi alasan utama rencana Salat Istisqa digelar dalam waktu dekat.
Pemerintah dan unsur keagamaan kini mematangkan teknis pelaksanaan sekaligus mengajak masyarakat memperbanyak doa agar hujan segera turun dan ancaman krisis air bisa ditekan sejak dini.
BP Batam menilai waduk memegang peran vital sebagai penopang kebutuhan air masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama tokoh agama berencana menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual sekaligus pengingat pentingnya menjaga sumber daya air di tengah kemarau berkepanjangan.
“Salat ini menjadi bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun.” ujar Budi.
Baca juga:Lewat Surat Edaran, Kemenag Batam Wajibkan Peran MDT di Madrasah
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon


















