Indonesia Luncurkan Sahabat-AI: Platform AI Lokal Pertama yang Mengerti Masyarakat

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komdigi bersama Indosat di Aplikasi AI. Foto:Ist

Komdigi bersama Indosat di Aplikasi AI. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan Sahabat-AI, platform kecerdasan artifisial berbasis aplikasi yang mereka siapkan sebagai fondasi AI nasional.

Pemerintah dan industri tak lagi sekadar bicara transformasi digital—kali ini, mereka menghadirkan produk konkret yang bisa langsung digunakan masyarakat.

Sahabat-AI hadir sebagai platform terbuka. Pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik bisa langsung memanfaatkannya. Platform ini tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi memosisikan diri sebagai “sahabat digital” yang memahami cara masyarakat Indonesia berbicara, bekerja, dan berinteraksi.

Lewat aplikasi Android dan iOS, Sahabat-AI memangkas hambatan adopsi AI. Pengguna dapat mengakses kemampuan multi-model dan multi-modal dalam satu antarmuka terpadu—mulai dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam. Integrasi ini membuat AI lebih praktis, relevan, dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga:Kejari Batam Turun ke Jalan Bagikan Takjil, Lanjut Buka Puasa Bersama Pegawai

Mengusung konsep “Si Paling Indonesia”, Sahabat-AI mengolah bahasa lokal, memahami konteks budaya, dan menyesuaikan diri dengan karakter komunikasi masyarakat Nusantara. Pengembang memperkuatnya dengan teknologi kelas dunia agar performanya tetap kompetitif tanpa kehilangan akar lokal.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan peluncuran ini menjadi langkah strategis menuju kedaulatan digital. Ia menekankan bahwa Indonesia harus membangun kapabilitas AI sendiri agar tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama.

“Sahabat-AI memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Kami ingin memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, tanpa terhalang bahasa maupun budaya. Karena itu, kita butuh AI yang benar-benar dibangun dengan bahasa dan nilai kita,” tegas Meutya.

Ia juga mendorong masyarakat luas untuk memanfaatkan Sahabat-AI dan ikut membesarkan ekosistem AI dalam negeri.

Platform ini lahir dari kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem nasional. Pemerintah dan industri menyatukan sumber daya untuk memastikan AI tidak hanya menjadi simbol inovasi, tetapi alat pemberdayaan.

Dengan menjadikan kebutuhan lokal sebagai fondasi, Indonesia menargetkan AI sebagai penggerak prioritas nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi digital.

Dari sisi keamanan, pengembang menanamkan guardrails berlapis yang selaras dengan norma sosial, nilai budaya, dan standar etika Indonesia.

Sistem ini membantu menyaring konten negatif, menjaga interaksi tetap aman, serta melindungi ruang digital nasional tanpa menghambat inovasi.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa Sahabat-AI bukan proyek eksklusif korporasi.

“Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Kami ingin teknologi benar-benar membawa manfaat bagi semua. Dengan akses terbuka, kami memberi ruang bagi individu, startup, pelaku usaha, hingga institusi publik untuk berinovasi,” ujar Vikram.

Peluncuran Sahabat-AI menandai babak baru: Indonesia tak lagi hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi mulai membangun AI yang memahami jati diri bangsanya sendiri.

Baca juga:Restu Joko Widodo Terancam 4 Tahun Penjara, 131 Korban Penipuan Kavling Bodong di Batam Rugi Rp4,9 Miliar

Editor:Redaksi

Berita Terkait

OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech
OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah
SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis
Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom Pertahankan Jajaran Direksi
Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap
OJK Minta Korban Dugaan Investasi Bodong di Purwokerto Segera Melapor
Dadan Hindayana Ditahan, Kejagung Usut Dugaan Penyimpangan MBG
OJK Perkuat BPR dan BPRS, Aset Tembus Rp236,69 Triliun dan Kredit UMKM Terus Tumbuh

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:40 WIB

OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:59 WIB

OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Buka Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:03 WIB

SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:55 WIB

Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom Pertahankan Jajaran Direksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:53 WIB

Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap

Berita Terbaru