MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan Sahabat-AI, platform kecerdasan artifisial berbasis aplikasi yang mereka siapkan sebagai fondasi AI nasional.
Pemerintah dan industri tak lagi sekadar bicara transformasi digital—kali ini, mereka menghadirkan produk konkret yang bisa langsung digunakan masyarakat.
Sahabat-AI hadir sebagai platform terbuka. Pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik bisa langsung memanfaatkannya. Platform ini tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi memosisikan diri sebagai “sahabat digital” yang memahami cara masyarakat Indonesia berbicara, bekerja, dan berinteraksi.
Lewat aplikasi Android dan iOS, Sahabat-AI memangkas hambatan adopsi AI. Pengguna dapat mengakses kemampuan multi-model dan multi-modal dalam satu antarmuka terpadu—mulai dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam. Integrasi ini membuat AI lebih praktis, relevan, dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Baca juga:Kejari Batam Turun ke Jalan Bagikan Takjil, Lanjut Buka Puasa Bersama Pegawai
Mengusung konsep “Si Paling Indonesia”, Sahabat-AI mengolah bahasa lokal, memahami konteks budaya, dan menyesuaikan diri dengan karakter komunikasi masyarakat Nusantara. Pengembang memperkuatnya dengan teknologi kelas dunia agar performanya tetap kompetitif tanpa kehilangan akar lokal.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan peluncuran ini menjadi langkah strategis menuju kedaulatan digital. Ia menekankan bahwa Indonesia harus membangun kapabilitas AI sendiri agar tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama.
“Sahabat-AI memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Kami ingin memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, tanpa terhalang bahasa maupun budaya. Karena itu, kita butuh AI yang benar-benar dibangun dengan bahasa dan nilai kita,” tegas Meutya.
Ia juga mendorong masyarakat luas untuk memanfaatkan Sahabat-AI dan ikut membesarkan ekosistem AI dalam negeri.
Platform ini lahir dari kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem nasional. Pemerintah dan industri menyatukan sumber daya untuk memastikan AI tidak hanya menjadi simbol inovasi, tetapi alat pemberdayaan.
Dengan menjadikan kebutuhan lokal sebagai fondasi, Indonesia menargetkan AI sebagai penggerak prioritas nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi digital.
Dari sisi keamanan, pengembang menanamkan guardrails berlapis yang selaras dengan norma sosial, nilai budaya, dan standar etika Indonesia.
Sistem ini membantu menyaring konten negatif, menjaga interaksi tetap aman, serta melindungi ruang digital nasional tanpa menghambat inovasi.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa Sahabat-AI bukan proyek eksklusif korporasi.
“Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Kami ingin teknologi benar-benar membawa manfaat bagi semua. Dengan akses terbuka, kami memberi ruang bagi individu, startup, pelaku usaha, hingga institusi publik untuk berinovasi,” ujar Vikram.
Peluncuran Sahabat-AI menandai babak baru: Indonesia tak lagi hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi mulai membangun AI yang memahami jati diri bangsanya sendiri.
Editor:Redaksi



















