Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Batam Ungkap Strategi di Balik Kenaikan Beban 19 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PLN Batam sedang cek listrik. Foto:Dok/Humas PLN Batam

Petugas PLN Batam sedang cek listrik. Foto:Dok/Humas PLN Batam

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM-PT PLN Batam menjaga pasokan listrik tetap stabil sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, di tengah lonjakan konsumsi yang mencapai 19 persen. Selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, masyarakat tidak mengalami pemadaman.

Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, memastikan seluruh sistem berjalan optimal. Perusahaan mengerahkan ratusan personel lintas divisi untuk mengawal keandalan listrik di seluruh wilayah.

“Seluruh personel kami siagakan agar pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri,” kata Yoga, Senin (30/3/2026).

PLN Batam mengaktifkan puluhan posko siaga kelistrikan yang tersebar di berbagai titik. Tim dari sektor pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pengatur beban bergerak cepat merespons setiap potensi gangguan.

Perusahaan memprioritaskan pengamanan listrik di objek vital seperti bandara, pelabuhan, rumah ibadah, dan fasilitas publik, terutama saat arus mudik dan puncak perayaan Lebaran.

Baca juga:Pertamina Sumbagut Perkuat Distribusi Energi, Ajak Masyarakat Lebih Bijak Gunakan BBM dan LPG

Dari sisi pasokan, sistem kelistrikan Batam-Bintan berada dalam kondisi aman sepanjang 6–31 Maret 2026. Daya mampu mencapai 880,8 MW dengan beban puncak 761,0 MW. Cadangan daya sebesar 119,8 MW atau reserve margin 15,7 persen menjaga sistem tetap stabil.

Ketersediaan energi primer juga mendukung keandalan tersebut. Pasokan gas mencapai 133,8 BBTUD, melampaui kebutuhan rata-rata 102 BBTUD, sementara stok batu bara tetap aman.

PLN Batam juga menyiapkan berbagai skenario darurat dengan dukungan genset mobile, gardu portable, trafo mobile, serta armada operasional.

Di luar masa siaga, perusahaan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan. Saat ini, sistem ditopang 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, dan jaringan listrik sepanjang hampir 3.000 kilometer.

Dengan jumlah pelanggan yang melampaui 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam terus meningkat, terutama dari sektor industri dan bisnis.

PLN Batam pun mempercepat transformasi melalui pengembangan smart grid, penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan sistem kendali berbasis SCADA.

“Ke depan, kami terus meningkatkan kualitas layanan agar kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara optimal,” tutup Yoga.

Baca juga:Apel Perdana Pascale­baran, Amsakar Tekankan ASN Harus Responsif dan Profesional Layani Warga

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:53 WIB

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Berita Terbaru