MATAPEDIA6.com, BATAM – Peringatan Hari Buruh 2026 di Batam beralih dari aksi konvensional ke gerakan konkret. FSP LEM SPSI Kepri di bawah komando Saiful Badri memimpin langsung aksi bersih-bersih kota bertema “Batam Bersih – Pekerja Peduli Lingkungan, Bersinergi untuk Kota yang Sehat dan Nyaman.”
Saiful Badri menegaskan arah baru gerakan buruh: tidak berhenti pada isu normatif ketenagakerjaan, tetapi turun langsung menjawab persoalan lingkungan.
Ia menggerakkan massa pekerja lintas sektor, mengerahkan puluhan armada, dan memastikan sampah dari berbagai titik liar diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Pekerja harus tampil di depan, bukan hanya bicara ekonomi, tetapi bertindak menjaga lingkungan. Ini tanggung jawab sosial kita,” ungkap Saiful, Jumat (1/5/2026).
Baca juga:HUT ke-10 Klenteng Jin Shan Tang Batam, Rayakan dengan Barongsai dan Aksi Sosial
Dalam waktu sekitar dua jam, SPSI mengangkut sekitar 60 ton sampah. Setiap kecamatan di Batam mengirim dua hingga tiga armada, menunjukkan konsolidasi organisasi yang solid dan terukur.
“Aksi ini sekaligus menjadi pesan bahwa buruh memiliki daya mobilisasi besar untuk kepentingan publik,” ujarnya.

Saiful menempatkan kegiatan ini sebagai edukasi langsung kepada masyarakat. Ia ingin membentuk kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah.
“Kami ingin memberi contoh. Buruh bisa jadi role model gerakan lingkungan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai langkah SPSI sebagai bentuk pergeseran positif gerakan buruh di Batam. Ia melihat aktivis pekerja tidak lagi sekadar menyuarakan tuntutan, tetapi ikut merumuskan solusi.
“Aksi SPSI menunjukkan pola pikir konstruktif. Mereka tidak hanya memikirkan sektor kerja, tetapi juga masa depan daerah,” kata Amsakar dalam sambutannya.
Ia mengaitkan gerakan ini dengan program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, aksi buruh di Batam menjadi contoh konkret implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah.
Amsakar juga menyoroti kesinambungan gerakan SPSI. Tahun sebelumnya, buruh menanam mangrove, kini beralih ke pembersihan kota.
“Ini bukan aksi seremonial. Ini gerakan berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi keamanan, Kapolda Kepri, Asep Safrudin, memastikan seluruh rangkaian May Day berlangsung aman dan kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah sebagai fondasi investasi.
“Hari Buruh harus menjadi ruang refleksi sekaligus menjaga persatuan. Kegiatan positif seperti ini memperkuat iklim investasi,” katanya.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau mempertegas dukungan terhadap sinergi antara buruh dan pemerintah.
Forkopimda juga menghadiri rangkaian kegiatan buruh lain yang digelar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam–Kepri.
Dengan memimpin langsung aksi lapangan, Saiful Badri menempatkan SPSI bukan sekadar organisasi advokasi, tetapi aktor sosial yang mampu menggerakkan perubahan nyata. May Day 2026 di Batam pun meninggalkan pesan kuat: buruh tidak hanya menuntut, tetapi juga bertindak.
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

















