MATAPEDIA6.com, BATAM — Narasi pembegalan yang sempat menghebohkan media sosial Batam akhirnya terbantahkan. Polisi memastikan peristiwa yang viral itu bukan aksi begal, melainkan kasus penganiayaan akibat perkelahian di kawasan Sei Lekop, Sagulung.
Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagyo, langsung bergerak menelusuri informasi yang beredar setelah unggahan korban memicu keresahan masyarakat. Hasil identifikasi polisi menemukan lokasi kejadian bukan di Temiang seperti isu yang ramai dibagikan warga.
“Berdasarkan keterangan korban dan hasil identifikasi, kejadian berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WIB di kawasan Sei Lekop, bukan di Temiang,” ujar AKP Bayu Rizki dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
AKP Bayu menjelaskan, korban berinisial F (22) mengalami penganiayaan, bukan menjadi korban pembegalan seperti klaim awal yang tersebar di media sosial. Karena lokasi kejadian masuk wilayah hukum Polsek Sagulung, polisi langsung mengarahkan korban membuat laporan resmi ke sana.
“Ini murni kasus penganiayaan, bukan begal. Saat ini Unit Reskrim Polsek Sagulung sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Di tengah penyelidikan, Fadil akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada kepolisian serta masyarakat Batam atas unggahan yang memicu kegaduhan publik.
Baca juga:Li Claudia Lantik 27 Pejabat Eselon II BP Batam, untuk Percepat Investasi dan Pembangunan
Ia mengakui narasi “dibegal” yang sebelumnya diunggah merupakan informasi tidak benar. Fadil menyebut dirinya sebenarnya terlibat perkelahian dengan seseorang di kawasan Sei Lekop, Sagulung.
“Saya meminta maaf atas status saya yang sempat viral. Saya bukan dibegal. Faktanya saya berkelahi dengan seseorang di daerah Sagulung, bukan di Simpang Tobing,” ungkapnya.
Fadil juga meminta maaf kepada jajaran kepolisian Polda Kepri dan Polsek Batu Aji atas dampak dari unggahan tersebut.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda, Bapak Kapolsek, dan semuanya atas postingan yang saya buat,” katanya.
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang bahaya menyebarkan informasi tanpa verifikasi. AKP Bayu Rizki meminta masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
“Teliti sebelum membagikan informasi. Jangan sampai unggahan yang belum jelas justru menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” pungkas Bayu.
Baca juga:Pantau Langsung Antrean Disdukcapil, Amsakar Duduk Bareng dengan Warga
Editor:Zalfirega

















