OJK Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Pasar Modal, Literasi Investasi Masih Rendah

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. Foto:OJK Kepri

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. Foto:OJK Kepri

74 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BANDAR LAMPUNG– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat basis investor domestik dengan membidik generasi muda sebagai penggerak utama pasar modal Indonesia.

Langkah itu dilakukan melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di tengah derasnya arus digitalisasi serta maraknya investasi ilegal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan dominasi investor muda menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal nasional. Menurutnya, lebih dari separuh investor saat ini berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.

“Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan,” kata Hasan dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang berlangsung di Bandar Lampung pada 18-19 Mei 2026.

Hasan memaparkan, hingga 5 Mei 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai sekitar 26,7 juta investor. Sementara Provinsi Lampung mencatat sekitar 614 ribu investor dan menempati peringkat kesembilan nasional.

Baca juga:Iming-iming Uang Besar Seret Pria di Karimun Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional

Di tengah perkembangan teknologi digital dan ketidakpastian ekonomi global, Hasan menilai masyarakat harus memiliki pemahaman investasi yang memadai agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Namun, tingkat literasi pasar modal nasional masih tergolong rendah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi pasar modal Indonesia baru mencapai 17,78 persen. Kondisi itu dinilai membuka celah bagi pelaku penipuan keuangan dan investasi bodong.

“Nah tentu PR kita bersama, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan penipuan,” ujar Hasan.

Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal. Ia meminta masyarakat selalu memeriksa legalitas pihak penawar investasi dan memastikan produk investasi terdaftar di OJK atau otoritas terkait.

“Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak. Apakah pihak yang menawarkan memiliki izin? Apakah produknya terdaftar di OJK atau otoritas terkait? Kemudian yang kedua, logis atau tidak. Kalau imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal, maka kita harus waspada,” katanya.

Perwakilan Gubernur Lampung sekaligus Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sulpakar, mengapresiasi langkah OJK dan Universitas Malahayati dalam memperluas edukasi pasar modal kepada generasi muda.

Menurutnya, perkembangan ekonomi global dan transformasi digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi keuangan yang kuat agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Sulpakar juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak investasi ilegal maupun pinjaman online ilegal yang semakin mudah diakses melalui platform digital.

Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, menilai pasar modal kini tidak lagi identik dengan kelompok ekonomi besar. Ia menyebut pasar modal telah berkembang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan pembangunan daerah.

“Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar. Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah,” ujar Kadafi.

SEPMT 2026 di Lampung menghadirkan sejumlah agenda strategis, mulai dari sosialisasi penerbitan obligasi dan sukuk daerah, perdagangan karbon di bursa karbon, kuliah umum yang diikuti 1.500 mahasiswa, sosialisasi POJK Nomor 2 dan 3 Tahun 2026 secara hybrid, hingga media gathering bersama wartawan lokal.

Melalui rangkaian kegiatan itu, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal semakin meluas sehingga mampu memperkuat partisipasi investor domestik, khususnya generasi muda, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Baca juga:Pemko Batam Siapkan Pawai Takbir, Salat Id, dan Kurban untuk Sambut Iduladha 1447 H

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Pulau Miangas, Janji Renovasi Sekolah hingga Puskesmas
Perbankan Syariah Tumbuh 10,49 Persen, Aset Tembus Rp1.061 Triliun per Maret 2026
Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Rampasan Rp10,2 Triliun di Kejagung
Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025, Laba Tertekan Depresiasi Saat Transformasi Dipercepat
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena sebagai Tulang Punggung Konektivitas Digital Papua Pegunungan
OJK Jatuhkan Denda Rp875 Juta kepada Indosaku atas Pelanggaran Penagihan oleh Pihak Ketiga
TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jayapura Jadi Gerbang Baru Konektivitas Internasional
KSSK: Ekonomi Tumbuh Kuat, Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:36 WIB

OJK Siapkan Generasi Muda Jadi Penggerak Pasar Modal, Literasi Investasi Masih Rendah

Senin, 18 Mei 2026 - 07:27 WIB

Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Pulau Miangas, Janji Renovasi Sekolah hingga Puskesmas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:19 WIB

Perbankan Syariah Tumbuh 10,49 Persen, Aset Tembus Rp1.061 Triliun per Maret 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:46 WIB

Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Rampasan Rp10,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:17 WIB

Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025, Laba Tertekan Depresiasi Saat Transformasi Dipercepat

Berita Terbaru