MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Perempuan pelaku UMKM kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dengan dukungan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Melalui program SheHacks 2026, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperluas akses perempuan terhadap pembelajaran digital, pendampingan bisnis, konektivitas, dan teknologi yang dapat membantu usaha tumbuh lebih cepat.
Di tengah percepatan transformasi digital, banyak pelaku usaha membutuhkan kemampuan baru untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.
AI menjadi salah satu teknologi yang dinilai mampu membantu UMKM meningkatkan produktivitas, memahami perilaku pelanggan, menyusun strategi pemasaran, hingga memperluas jangkauan bisnis.
Kebutuhan tersebut semakin relevan karena perempuan memegang peran besar dalam perekonomian nasional.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan sekitar 64,5 persen UMKM di Indonesia dimiliki atau dikelola perempuan.
Selama enam tahun terakhir, SheHacks telah menjangkau lebih dari 61 ribu perempuan di berbagai daerah melalui program peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan digital, mentoring, dan penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.
Baca juga:Batam Jadi Magnet Wisata Kepri, Dispar Bidik Belanja Turis USD 280 per Kunjungan
Pada 2026, SheHacks mengarahkan fokus pada pemanfaatan AI secara praktis dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Program ini membantu peserta memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, menyusun strategi pemasaran, membuat konten promosi, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengelola bisnis secara lebih efektif.
SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan SheHacks terus berkembang mengikuti kebutuhan perempuan Indonesia yang juga terus berubah.
“Tahun ini kami memberikan fokus lebih pada AI karena teknologi ini akan semakin berperan dalam cara masyarakat belajar, bekerja, berwirausaha, dan berinovasi. Melalui SheHacks, kami ingin memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan penggerak pertumbuhan ekonomi,” kata Ovidia dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, teknologi harus mampu membuka peluang yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Indosat mendorong perempuan memanfaatkan konektivitas dan AI untuk membangun usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Menjangkau 27 Ribu Perempuan Pelaku UMKM
Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, SheHacks menargetkan 27 ribu perempuan pelaku UMKM mengikuti rangkaian program pembelajaran selama enam bulan.
Peserta dapat mengakses berbagai kegiatan, mulai dari self-learning, webinar, workshop daring, mentoring, hingga business showcase yang dirancang fleksibel dan dapat diikuti dari berbagai daerah.
Selain program daring, SheHacks juga menggelar workshop tatap muka di 10 kota, yakni Bandung, Trenggalek, Medan, Bogor, Ternate, Bekasi, Pekanbaru, Badung, Singkawang, dan Sragen.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mengikuti sesi inspiratif bersama pelaku usaha perempuan, komunitas, influencer, dan perwakilan Indosat.
Mereka juga akan mempelajari pemanfaatan AI untuk pemasaran, pembuatan konten, hingga pengelolaan keuangan melalui Sahabat-AI, Large Language Model (LLM) karya Indonesia.
Melalui SheHacks 2026, Indosat berharap semakin banyak perempuan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat usaha, membuka peluang baru, dan memperluas pasar di era digital.
Baca juga:Sidang Kasus Pembunuhan Calon LC di PN Batam Berlanjut, Jaksa Hadirkan Enam Saksi
Editor:Zalfirega
















