MATAPEDIA6.com, BATAM- Sebanyak 67 atlet jujitsu dari lima kabupaten dan kota di Kepulauan Riau saling menguji kemampuan dalam Spider Challenge 2026, Kejuaraan Jujitsu Antar Dojo se-Kepri, yang berlangsung di MB2 Mall Botania, Batam Centre, Sabtu (1/8/2026).
Turnamen ini tak sekadar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung pencarian bibit atlet yang diproyeksikan tampil di Porprov Kepri 2026 hingga level nasional.
Tujuh dojo ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, yakni Dojo Kenacha, Dojo Kenzo, Dojo Bhatara Sakti, Dojo Yonif TP 849/Beladau Sakti, Dojo IJI Batam, MMA Tanjungpinang, dan PUMMA Karimun. Para atlet berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, serta Lingga.
Ketua Panitia Spider Challenge 2026, Habibi, mengatakan seluruh dojo yang hadir menunjukkan komitmen bersama dalam membangun prestasi jujitsu di Kepulauan Riau.
“Keikutsertaan seluruh dojo menjadi bukti semangat kebersamaan dalam membangun prestasi olahraga jujitsu di daerah kita,” ujarnya.
Menurut Habibi, Spider Challenge dirancang sebagai ruang pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan atlet. Selain mengasah teknik bertanding, kompetisi ini juga melatih mental sekaligus mempererat hubungan antaratlet dan antardojo.
Baca juga:Ulang Tahun ke-58, Amsakar Jadikan Momen Syukuran untuk Teguhkan Komitmen Membangun Batam
“Kami berharap seluruh atlet memanfaatkan kesempatan ini untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta meningkatkan kualitas teknik dan mental,” katanya.
Ketua Umum Pengurus Jujitsu Kepulauan Riau, Rozi Juhendra, menilai kejuaraan antardojo memiliki peran strategis dalam sistem pembinaan atlet.
Melalui kompetisi rutin, pengurus dapat memantau perkembangan atlet sekaligus menjaring talenta baru untuk dipersiapkan menghadapi ajang yang lebih tinggi.
“Kami ingin kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, kami bisa melihat perkembangan atlet, menjaring bibit-bibit baru, dan mempersiapkan mereka menghadapi Porprov hingga kejuaraan nasional. Kami juga berharap dukungan dari pemerintah setempat,” ujarnya.
Rozi juga mengapresiasi dukungan para pelatih, orang tua, dan seluruh dojo yang terus berkontribusi terhadap perkembangan jujitsu di Kepri.
Menurutnya, kolaborasi semua pihak menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua KONI Kepulauan Riau, Usep RS, yang membuka resmi Spider Challenge 2026, mengapresiasi konsistensi Pengurus Provinsi Jujitsu Kepri dalam menghadirkan kompetisi pembinaan.
Ia menilai turnamen seperti Spider Challenge menjadi jalur penting untuk menemukan atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov Kepri hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurutnya, jujitsu telah memberi kontribusi positif terhadap prestasi olahraga Kepri, termasuk dalam perolehan medali pada PON Aceh-Sumatera Utara.
Meski masih tergolong cabang olahraga yang berkembang di Kepulauan Riau, Usep melihat minat generasi muda terhadap jujitsu terus meningkat dan kini telah menyebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Kami berharap Jujitsu Kepri terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Spider Challenge 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet baru yang mampu memperkuat kontingen Kepulauan Riau dalam berbagai kejuaraan, sekaligus memperkokoh sistem pembinaan jujitsu secara berkelanjutan di daerah. Hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut perwakilan Dispora Kota Batam, KONI Batam, KONI Kepri, serta Ketua PWI Kepri.
Baca juga:Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Prioritaskan Pendidikan Anak Prasejahtera
Editor:Zalfirega










