Dialog Wawasan Kebangsaan DPP PKSS Soroti Karakter Generasi Muda di Tengah Derasnya Teknologi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog Wawasan Kebangsaan Part III yang digelar DPP PKSS di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (13/8/2026). Foto:Istimewa

Dialog Wawasan Kebangsaan Part III yang digelar DPP PKSS di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (13/8/2026). Foto:Istimewa

68 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Derasnya perkembangan teknologi informasi membawa kemudahan sekaligus tantangan bagi generasi muda.

Di tengah perubahan itu, DPP Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS) mendorong penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, etika, toleransi, serta kecintaan terhadap tanah air.

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Wawasan Kebangsaan Part III yang digelar DPP PKSS di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (13/8/2026).

Lima narasumber hadir dalam dialog tersebut, yakni Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, SH, MH; Irjen Pol (Purn.) Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH; Sekretaris Umum LAM Batam Yunus Spi, SE; Ir. Bambang Hendrawan, ST, M.SM., CIPMP., CISCP.; serta H. Masrur Amin, SH, MH.

Dialog ini melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya berlangsung di Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia, serta Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua Umum DPP PKSS Akhmad Rosano mengatakan pihaknya ingin memperkuat kesadaran kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda.

Baca juga:Dialog Wawasan Kebangsaan Hadirkan Tokoh Kepri, Gaungkan Literasi Digital Lawan Hoaks Jelang HUT RI ke 81

Menurut Rosano, kemajuan teknologi dan perubahan zaman tidak boleh mengikis etika, adab, penghormatan terhadap nilai luhur, maupun penghargaan terhadap jasa para pendahulu bangsa.

“Pentingnya wawasan kebangsaan ini karena generasi sekarang harus tetap memiliki penghargaan terhadap orang-orang yang berjasa di negeri ini. Etika dan adab harus terus kita jaga,” kata Rosano.

Rosano mengatakan DPP PKSS akan mendorong hasil dialog di Batam menjadi masukan bagi pemerintah pusat. Salah satu usul yang muncul yakni memperkuat pendidikan Pancasila dan moral di sekolah.

Ia juga mendorong agar pendidikan yang menanamkan penghayatan dan pengamalan Pancasila kembali mendapat perhatian sejak sekolah dasar.

“Kalau memungkinkan, pendidikan moral Pancasila dan penghayatan Pancasila diperkuat kembali di sekolah-sekolah dasar,” ujarnya.

Nyanyang Soroti Risiko Teknologi

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menilai perubahan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi berlangsung semakin cepat. Menurutnya, teknologi memang memudahkan kehidupan, tetapi pada saat yang sama membawa risiko terhadap pembentukan karakter generasi muda.

Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti perundungan, perkelahian antarpelajar, hingga kriminalitas yang dapat muncul akibat penyalahgunaan teknologi dan informasi.

“Seiring dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya,” kata Nyanyang.

Karena itu, Nyanyang menilai wawasan kebangsaan harus berjalan seiring dengan kemampuan generasi muda menguasai teknologi.

Generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya memiliki kecakapan digital. Mereka juga membutuhkan karakter, etika, serta tanggung jawab sosial agar mampu menggunakan teknologi secara tepat.

“Dengan semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan, diyakini menjadi benteng kokoh dari pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.

PKSS Siapkan Dialog Part IV

Ketua pelaksana yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKSS Bidang Humas dan Publikasi, Amir Yunus, mengatakan Dialog Wawasan Kebangsaan Part III menjadi bagian dari program kerja DPP PKSS bersama RRI Batam.

Amir berharap kegiatan tersebut tidak berhenti di Batam. DPP PKSS, kata dia, tengah menyiapkan Dialog Wawasan Kebangsaan Part IV dengan lokasi dan konsep yang berbeda.

“Dialog wawasan kebangsaan ini adalah program kerja dari DPP PKSS bekerja sama dengan RRI Batam. Insyaallah akan ada dialog wawasan Part IV,” kata Amir.

Dialog kebangsaan beberapa hari lalu menghadirkan lima narasumber. Foto:Ist

Menurut Amir, perpindahan lokasi akan membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat di daerah lain untuk mengikuti pembahasan mengenai wawasan kebangsaan.

Dengan pola tersebut, ia berharap edukasi mengenai nilai kebangsaan tidak hanya menjadi diskusi di ruang-ruang tertentu, tetapi menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Tunggu tanggal mainnya,” ujarnya. (*r/)

 

Baca juga:Pria 26 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Lahan Kosong Belakang Kampus Putera Batam

 

 

Berita Terkait

Pria 26 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Lahan Kosong Belakang Kampus Putera Batam
Polda Kepri Tangkap 3 Tersangka Pengolahan dan Pengangkutan Pasir Ilegal di Nongsa Batam
HUT ke-81 RI, Pertamina Gelar MyPertamina Berbagi Hadiah di 24 SPBU
Pledoi Kasus Kebakaran MT Federal II, PH Minta Terdakwa Bebas dengan Pertimbangan Usia dan Perdamaian
IDI Kepri Telusuri Kematian Pasien BPJS Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros Batam
Pertamina Periksa Kesehatan 200 Warga Terdampak Banjir di Kuranji Padang
Dewi Meninggal Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros, Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis
IMM Kepri Apresiasi Iman Sutiawan dan Polda Kepri atas Kontribusi Pendidikan dan Keamanan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Dialog Wawasan Kebangsaan DPP PKSS Soroti Karakter Generasi Muda di Tengah Derasnya Teknologi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Pria 26 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Lahan Kosong Belakang Kampus Putera Batam

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Polda Kepri Tangkap 3 Tersangka Pengolahan dan Pengangkutan Pasir Ilegal di Nongsa Batam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Pledoi Kasus Kebakaran MT Federal II, PH Minta Terdakwa Bebas dengan Pertimbangan Usia dan Perdamaian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:39 WIB

IDI Kepri Telusuri Kematian Pasien BPJS Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros Batam

Berita Terbaru

Terdakwa saat mendengarkan tuntutan dari JPU yang diundur keempat kalinya di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (13/8/2026). Foto:Rega/matapedia

Hukum Kriminal

Tuntutan Dju Seng Ditunda untuk Keempat Kalinya, Ini Alasannya

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:40 WIB