MATAPEDIA6.com, BATAM —Bandara Hang Nadim Batam perlahan diarahkan untuk memainkan peran yang lebih besar. Bukan sekadar tempat pesawat datang dan pergi, bandara yang dikelola PT Bandara Internasional Batam (BIB) itu diproyeksikan menjadi salah satu penggerak konektivitas, logistik, investasi hingga penerbangan internasional.
Gambaran itu terlihat dalam video yang diunggah akun media sosial @BPBatam dilansir pada Minggu (13/9/2026).
Video tersebut menampilkan sejumlah fasilitas di Bandara Hang Nadim, mulai dari area keberangkatan internasional, ruang tunggu, gerai komersial, hingga aktivitas pesawat di apron.
Dalam narasinya, BP Batam menyebut Hang Nadim sebagai subjek bandara yang dikelola PT BIB melalui kerja sama dengan BP Batam selama 25 tahun. Pengelolaan resmi berjalan sejak 1 Juli 2022.
Transformasi Hang Nadim juga dikaitkan dengan pengembangan infrastruktur utama serta perluasan rute penerbangan domestik dan internasional.
Langkah itu diharapkan tidak hanya meningkatkan pelayanan penumpang, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai wilayah dengan konektivitas udara yang semakin terbuka.
Target yang ditampilkan BP Batam cukup besar. Hang Nadim diharapkan bertransformasi menjadi Indonesia’s Smart Airport yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara.
Baca juga:Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang
Bandara ini diarahkan menjadi pusat logistik, investasi, sekaligus hub penerbangan internasional.
Dengan konsep tersebut, aktivitas di Hang Nadim diharapkan ikut menopang mobilitas orang dan barang serta membuka koneksi Batam dengan lebih banyak destinasi.
Video BP Batam juga memperlihatkan wajah Bandara Hang Nadim yang semakin berorientasi pada pengalaman pengguna.
Sejumlah fasilitas komersial dan area pelayanan penumpang ditampilkan sebagai bagian dari perubahan kawasan bandara.
Bagi Batam, pengembangan Hang Nadim punya arti strategis. Kota industri dan perdagangan ini membutuhkan konektivitas udara yang mampu mengikuti pertumbuhan aktivitas ekonomi dan kebutuhan perjalanan, termasuk koneksi internasional.
Karena itu, ekspansi infrastruktur dan rute penerbangan menjadi bagian penting dari agenda transformasi tersebut.
Hang Nadim tak lagi ditempatkan hanya sebagai pintu masuk Batam, tetapi sebagai salah satu simpul yang diharapkan ikut membawa Batam terhubung lebih kuat dengan jaringan penerbangan, logistik, dan investasi internasional.
Baca juga:HUT ke-26, PIKORI BP Batam Didorong Perluas Peran hingga Masyarakat Kota Batam
Editor:Zalfirega










