PT Palindo Marine Sukses Bangun Kapal Canggih Deteksi Survei Bawah Laut Milik Kemenhan RI

Rabu, 25 September 2024 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Galangan kapal Batam PT Palindo Marine  Sei Lekop, Sagulung, sukses luncurkan kapal canggih untuk pemetaan, deteksi dan survei bawah laut milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, jenis kapal Bantu Hidro Oseanografi (BHO) Ocean Going dengan panjang 105 meter, Selasa (24/9/2024). Matapedia6.com/ Luci

Galangan kapal Batam PT Palindo Marine Sei Lekop, Sagulung, sukses luncurkan kapal canggih untuk pemetaan, deteksi dan survei bawah laut milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, jenis kapal Bantu Hidro Oseanografi (BHO) Ocean Going dengan panjang 105 meter, Selasa (24/9/2024). Matapedia6.com/ Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM -PT Palindo Marine Sei Lekop, Sagulung, Batam sukses membangun kapal canggih untuk pemetaan, deteksi dan survei bawah laut milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Jenis kapal Bantu Hidro Oseanografi (BHO) Ocean Going dengan panjang 105 meter ini diluncurkan Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi Mayor Jenderal TNI Steverly C Parengkuan dan wakil Komando Pusat Hidro Oseanografi AL Laksamana Muda TNI Rony Saleh, Selasa (24/9/2024). 

Direktur PT Palindo Marine, Charles Wirawan menjelaskan, pembangunan kapal canggih itu sejak September 2023 dengan masa pengerjaan satu tahun.

“Sesuai kesepakatan awal, pembangunan rangka, badan dan instalasi mesin kapal dilakukan oleh PT Palindo Marine dan itu sudah selesai dikerjakan,” ujarnya, Selasa siang.  

Selanjutnya kapal akan diantar ke Jerman untuk menjalani instalasi peralatan survei, deteksi dan pemetaan sebab, pengadaan kapal ini menggunakan kontrak antara Kementerian Pertahanan dengan Abeking & Rasmussen di Jerman. 

Dalam pelaksanaan pembangunan Kapal, Abeking & Rasmussen bekerja sama dengan Fassmer dan PT Palindo Marine sebagai bagian dari transfer of technology (ToT) pembangunan kapal riset dan juga sebagai upaya meningkatkan kandungan lokal dalam proyek pengadaan alutsista.

“Kapal ini memiliki panjang 105 meter, lebar 17,4 meter dan draft kapal 4,5 meter. Dengan kapasitas 90 kru. Kapal ini direncanakan dapat berlayar dengan kecepatan 16 knot dengan dua propeller. Sudah selesai dikerjakan dengan baik. Selanjutnya silahkan pihak Abeking & Rasmussen di Jerman melanjutkan instalasi peralatan lainnya,” ujar Charles. 

Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan RI, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari dalam sambutan yang dibacakan oleh Mayor Jenderal TNI Steverly C Parengkuan menjelaskan, pengadaan kapal pemetaan dan deteksi ini, sebagai upaya pemenuhan dan peningkatan armada kapal survei dan pemetaan di tanah air agar lebih efektif dalam menjalankan tugas pemetaan ataupun deteksi bawah air. 

Kapal riset ini dilengkapi dengan peralatan berteknologi tinggi untuk mendukung TNI AL dalam melaksanakan survei dan pemetaan bawah air.  

“Kapal ini dibangun dengan teknologi yang sangat canggih yang bisa deteksi hingga dasar laut. Pengerjaan di PT Palindo Marine ini dan untuk pemenuhan teknologi canggih tadi gandeng kerja sama dengan Abeking dan Rasmussen dari Jerman ” katanya ditempat yang sama. 

Pembangunan kapal BHO Ocean Going ini mengacu pada Kontrak Jual Beli Nomor: TRAK/624/PLN/IX/2021/AL tanggal 15 September 2021 tentang Jual Beli Kapal BHO (Ocean Going).

Pembangunan kapal dilaksanakan di dua tempat yakni di Batam, Indonesia untuk tahap konstruksi awal dan di Jerman untuk tahap instalasi peralatan dan sensor, setting to work dan finalisasi.

Kapal ini memiliki fungsi asasi melaksanakan survey pemetaan di pesisir pantai, di laut dangkal hingga samudera dengan teknologi survey yang diawaki maupun tanpa awak beresolusi tinggi, mampu mengirim dan menerima informasi dari peralatan nir awak ke kapal. 

Kapal ini juga dilengkapi dengan sensor penginderaan bawah air dapat mencapai kedalaman 600 meter hingga 11.000 meter. 

” Teknologi penginderaan yang dimiliki, kapal ini mampu berfungsi mendukung kegiatan pencarian objek di bawah permukaan laut yang mengalami kedaruratan. Untuk mendukung fungsinya, kapal ini dilengkapi geladak heli dengan kemampuan 12 ton MTOW, meriam 20 mm dan 12.7mm, kemampuan surveillance, manuver dan station keeping yang handal,” jelas Yusuf. 

Ia menambahkan kapal ini didesain dengan struktur high tensile steel memiliki kecepatan maksimum 16 knot, berbobot total 3.419 ton, mampu mengangkut tambahan beban sebesar 200 ton, endurance 60 hari dengan 90 personel menggunakan sistem pendorongan hybrid dan merujuk ketentuan standar Lloyd’s Register.

Cek berita artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam
Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:11 WIB

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam

Rabu, 16 September 2026 - 21:57 WIB

Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Berita Terbaru