Polda Kepri Bongkar 13 Kasus TPPO 23 Pelaku Ditangkap, Selamatkan 27 Korban

Sabtu, 23 November 2024 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selama 17 hari di bulan November 2024, Ditreskrimum Polda Kepri bongkar 13 Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kepri. Korban hendak dikirim ke Malaysia, Kamboja dan Vietnam, Sabtu (23/11/2024). Matapedia6.com/ Luci

Selama 17 hari di bulan November 2024, Ditreskrimum Polda Kepri bongkar 13 Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kepri. Korban hendak dikirim ke Malaysia, Kamboja dan Vietnam, Sabtu (23/11/2024). Matapedia6.com/ Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Dalam kurun waktu 17 hari di bulan November 2024, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap 13 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sebanyak 23 pelaku, yang terdiri dari 11 perempuan dan 12 laki-laki, berhasil diamankan. Operasi ini juga berhasil menyelamatkan 27 korban.

Menurut Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Dony Alexander, modus operandi yang digunakan para pelaku beragam, terutama dalam pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dari Batam ke luar negeri.

“Para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari penjemput, pengurus administrasi, hingga pengantar ke kapal,” jelasnya.

Bahkan, beberapa pelaku diketahui menyediakan fasilitas lengkap, termasuk tempat tinggal sementara dan tiket keberangkatan bagi para calon PMI ilegal.

Para korban, yang dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, pada kenyataannya hanya dipekerjakan sebagai buruh kasar. Lebih tragis lagi, sebagian dari mereka dipaksa menjadi pekerja seks komersial.

Operasi yang dilakukan Polda Kepri ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas jaringan perdagangan manusia yang menjadikan wilayah Kepri sebagai jalur pengiriman PMI ilegal.

Kombes Pol Dony Alexander menegaskan pihaknya akan terus mengawasi dan menindak tegas pelaku TPPO, serta melindungi korban yang menjadi sasaran eksploitasi.

“Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, kami berharap kasus TPPO di wilayah Kepri dapat terus ditekan,” ujar Dony.

Langkah cepat Ditreskrimum Polda Kepri ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai wujud nyata dalam memerangi perdagangan manusia di wilayah perbatasan.

Operasi ini juga menjadi pengingat pentingnya meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas ilegal yang memanfaatkan kerentanan ekonomi masyarakat.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Meizon

Berita Terkait

Sidang Perdana Kematian Bripda Natanael, Teriakan ‘Hukum Mati’ Menggema di PN Batam
Kepala Sekolah SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Uang Sekolah
Polisi Ungkap Kronologi Kasus Viral Homestay Bengkong, Tujuh Tersangka Pengeroyokan dan Satu Tersangka Penganiayaan
Rayap Besi Putus Kabel Tower, Jaringan Indosat Sempat Terganggu, Polsek Sagulung Tangkap Terduga Pelaku
Polisi Ungkap Pembacokan di Parkiran Hotel Kundur, Pelaku Dibekuk Saat Tidur di Kos
Empat Tersangka Kasus Tewasnya Bripda Natanael Resmi Dilimpahkan ke Kejari Batam, Jaksa Siapkan Dakwaan
Polsek Nongsa Ungkap Curanmor di Kabil, Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian Diamankan
WN Malaysia Diperas dan Dianiaya di Hotel Batam, Polisi Bekuk Dua Terduga Pelaku dalam Sehari

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:29 WIB

Sidang Perdana Kematian Bripda Natanael, Teriakan ‘Hukum Mati’ Menggema di PN Batam

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:39 WIB

Kepala Sekolah SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Uang Sekolah

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:08 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Kasus Viral Homestay Bengkong, Tujuh Tersangka Pengeroyokan dan Satu Tersangka Penganiayaan

Senin, 20 Juli 2026 - 14:10 WIB

Rayap Besi Putus Kabel Tower, Jaringan Indosat Sempat Terganggu, Polsek Sagulung Tangkap Terduga Pelaku

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:32 WIB

Polisi Ungkap Pembacokan di Parkiran Hotel Kundur, Pelaku Dibekuk Saat Tidur di Kos

Berita Terbaru