MATAPEDIA6.com, BATAM-Sebanyak 2.519 penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terdampak gangguan penerbangan rute Batam-Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu efek domino hingga ke Batam.
PT Bandara Internasional Batam (BIB) mencatat 21 penerbangan Batam-Jakarta terdampak, terdiri dari 10 penerbangan kedatangan dan 11 keberangkatan yang batal.
Direktur Operasi PT BIB Anton Marthalius mengatakan, kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang masih berstatus close hingga pukul 17.30 WIB membuat maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan.
“Apabila ada perkembangan terbaru terkait vulkanik Gunung Anak Krakatau, kita terus melakukan monitoring bersama stakeholder, termasuk dari pihak maskapai,” kata Anton kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Gangguan itu tidak hanya menahan calon penumpang yang hendak terbang dari Batam ke Jakarta. Pesawat dari Jakarta yang seharusnya menuju Batam juga ikut terkendala sehingga jadwal penerbangan berikutnya ikut bergeser.
Dari 21 penerbangan terdampak, Citilink mencatat jumlah terbanyak dengan delapan penerbangan dan estimasi 880 penumpang. Garuda Indonesia menyusul dengan enam penerbangan atau 654 penumpang, Super Air Jet empat penerbangan dengan 584 penumpang, serta Batik Air tiga penerbangan dengan 401 penumpang.
Namun, gangguan tidak menyapu seluruh penerbangan di Hang Nadim. PT BIB mencatat 49 penerbangan lain dengan estimasi 6.283 penumpang tetap berjalan.
Baca juga:Pertamina Masak 750 Porsi di Medan, Makanan Dibagikan ke Warga dan Panti Asuhan
Rute menuju Kuala Lumpur, Kendari, Pekanbaru, Pontianak, Pangkalpinang, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Letung hingga Natuna masih beroperasi.
Kondisi tersebut menunjukkan gangguan di Hang Nadim lebih berkaitan dengan efek berantai penutupan Bandara Soekarno-Hatta, bukan karena abu vulkanik mencapai Batam.

Forecaster BMKG Batam Riza Juniarti mengatakan citra sebaran abu vulkanik menunjukkan Batam dan wilayah sekitarnya tidak masuk jalur sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
“Untuk wilayah Batam dan sekitarnya tidak terdampak dari adanya erupsi Gunung Krakatau,” ujar Riza.
Jarak pandang di Bandara Hang Nadim juga masih berada pada kisaran 5.000-9.000 meter, sehingga kondisi atmosfer Batam belum menghambat proses lepas landas maupun pendaratan.
Meski begitu, PT BIB tetap memperketat pemantauan bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan.
Bandara juga menyiapkan petugas untuk menangani penumpang yang terkena perubahan jadwal, termasuk opsi reschedule, refund, dan re-routing sesuai kebijakan maskapai.
BIB meminta calon penumpang tidak langsung datang ke Hang Nadim jika penerbangannya sudah berstatus delay atau cancel. Penumpang diminta mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan menghubungi layanan pelanggan sebelum menuju bandara.
“Keselamatan penumpang menjadi dasar utama,” kata Anton.
Dengan kondisi Bandara Soekarno-Hatta yang belum kembali normal, BIB masih membuka kemungkinan perubahan jadwal penerbangan Batam-Jakarta hingga malam hari.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Annang Setia Budhi mengatakan gangguan penerbangan terjadi sebagai efek berantai penutupan Bandara Soekarno-Hatta. Hingga siang, sekitar 10 penerbangan Batam-Jakarta sudah mengalami pembatalan dengan lebih dari 2.000 penumpang terdampak.
“Lebih 2.000 orang tidak jadi berangkat. Total kita itu sekitar 15 penerbangan ke Jakarta, tadi yang sudah cancel sekitar 10 penerbangan,” kata Annang.
Baca juga:OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Editor:Zalfirega











