Amsakar: Aplikasi Mantap Hadirkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Senin, 8 Desember 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran aplikasi Mantap BP Batam, Senin (8/12/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

Peluncuran aplikasi Mantap BP Batam, Senin (8/12/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM — BP Batam resmi meluncurkan aplikasi Manajemen Talenta Batam (Mantap), platform digital yang menghubungkan pencari kerja dengan kebutuhan industri secara presisi.

Peluncuran ini menjadi langkah agresif BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menekan ketimpangan antara pesatnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya serapan tenaga kerja lokal.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Mantap lahir untuk menjawab ketidakseimbangan tersebut.

“Mantap ini ikhtiar kolektif. Platform ini mempertemukan kompetensi pekerja dengan kebutuhan industri secara langsung dan real-time,” ujar Amsakar saat peluncuran, Senin (8/12/2025).

Amsakar memaparkan investasi Batam hingga triwulan terakhir mencapai Rp54,74 triliun, atau 91 persen dari target tahunan Rp60 triliun. Pertumbuhan ekonomi juga terus menguat dari 6,66 persen menjadi 6,89 persen.

Namun di balik prestasi itu, Batam masih menghadapi persoalan serius: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,68 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

“Investasi dan pertumbuhan tinggi tidak otomatis menurunkan pengangguran. Kesenjangan keterampilan menjadi masalah utama” tegasnya.

Ia menyebut beberapa penyebab tingginya TPT, mulai dari transformasi industri dari padat karya ke padat modal, arus migrasi yang terus meningkat, kapasitas pelatihan yang belum memadai, hingga dominasi usia produktif yang membuat jumlah pencari kerja baru terus bertambah.

Amsakar meminta pemerintah pusat mempercepat penguatan fasilitas pelatihan di BLK Nongsa.

“Kalau BLK diperkuat, kita bisa melatih lebih banyak anak-anak Batam agar siap masuk industri,” katanya.

Baca juga: BP Batam Raih Tiga Penghargaan Nasional di Top Digital Awards 2025

Amsakar juga mengajak investor memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.

“Investor kita minta ikut ambil bagian. Rekrut tenaga lokal dulu, karena mereka bagian dari ekosistem industri Batam,” ujarnya.

Di luar aplikasi Mantap, BP Batam juga menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk pelatihan kargo hasil kolaborasi IAS Aviation dan Bandara Hang Nadim yang melatih 50 peserta.

BP Batam Luncurkan Aplikasi Mantap untuk Hubungkan SDM dan Industri

Peluncuran aplikasi Mantap digelar di Balairung BP Batam dan dipimpin langsung Amsakar Achmad, didampingi Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis serta ratusan pelaku industri.

Fary menjelaskan Mantap dirancang sebagai ekosistem talenta yang terintegrasi, bukan sekadar alat pencari kerja.

“Ini bukan aplikasi daftar kerja. Ini ekosistem talenta yang menghubungkan SDM dengan industri secara langsung—dari kompetensi, pelatihan, sertifikasi hingga job matching,” tegasnya.

Fary menyampaikan Batam mengalami lonjakan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Nilai investasi triwulan III 2025 menembus Rp 54 triliun, sementara pertumbuhan ekonomi mendekati 7 persen.

Namun pertumbuhan itu belum mampu menekan pengangguran. TPT Batam: 7,68 persen. Pencari kerja baru 2024: 23.591 orang. Total pengangguran: 50–51 ribu orang.

“Batam magnet investasi global, tapi skill gap masih lebar. Banyak lulusan belum siap industri, sementara industri kekurangan SDM terampil,” kata Fary.

BP Batam menyusun Mantap dengan mengadopsi praktik terbaik dunia, seperti: Jerman: dual education system Singapura: lifelong upskilling Jepang: monozukuri (keahlian + etos kerja + inovasi) Korea Selatan: kolaborasi erat kampus–industri–riset.

Baca juga;Perayaan Natal BP Batam Tekankan Kebersamaan dan Soliditas untuk Majukan Kota

Fary menjelaskan Mantap akan berjalan dalam tiga tahap utama: Talent Ready – menghubungkan data SDM dengan kebutuhan industri.

Standardisasi Keahlian – menyelaraskan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi dan Job Matching & Creative Hub – ruang kolaborasi bagi talenta dan UMKM.

BP Batam menargetkan lima tahun ke depan setiap lulusan Batam sudah memiliki profil kompetensi digital yang bisa diakses industri.

Langkah ini sekaligus menguatkan program nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja berbasis keterampilan.

Pada acara itu, BP Batam juga menerima nota komitmen investasi dengan potensi penyerapan 55.375 tenaga kerja dalam tiga tahun ke depan.

“Program ini hanya berhasil jika pemerintah, industri, dan komunitas kreatif bergerak bersama. Kita ingin talenta Batam bukan hanya siap kerja hari ini, tapi siap menciptakan masa depan,” tutup Fary.

Baca juga:Kolaborasi BP Batam–OIKN Perkuat Perencanaan Infrastruktur Modern

Penulis:Luci|Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Operasi Senyap Imigrasi Batam: Ratusan WNA Disapu, Dugaan Jaringan Scamming Internasional Dibongkar
Pertamina DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau, Pastikan Distribusi BBM Lancar
Wujudkan Batam Cerdas dan Hijau, BP Batam: Stop Perusakan Jati Emas!
Kemenag Batam Gandeng Dinas Koperasi, Koperasi Madrasah 
TVRI Siarkan Piala Dunia, BP Batam Dorong Euforia hingga Dampak Ekonomi UMKM
Imigrasi Batam Deportasi 24 WN Tiongkok Usai Operasi Wira Waspada di Opus Bay
Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot
KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:17 WIB

Operasi Senyap Imigrasi Batam: Ratusan WNA Disapu, Dugaan Jaringan Scamming Internasional Dibongkar

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:40 WIB

Pertamina DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau, Pastikan Distribusi BBM Lancar

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:22 WIB

Wujudkan Batam Cerdas dan Hijau, BP Batam: Stop Perusakan Jati Emas!

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:16 WIB

Kemenag Batam Gandeng Dinas Koperasi, Koperasi Madrasah 

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:05 WIB

TVRI Siarkan Piala Dunia, BP Batam Dorong Euforia hingga Dampak Ekonomi UMKM

Berita Terbaru