MATAPEDIA6.com, BATAM — Seruan menjaga lingkungan menggema setelah video penebangan pohon jati emas di jalur utama menuju Bandara Hang Nadim hingga kawasan KDA Batam viral di media sosial. Jati emas disebut sebagai bagian dari warisan kota yang harus dilindungi demi masa depan Batam yang hijau dan berkelanjutan.
Rekaman berdurasi 1 menit 40 detik yang dilihat matapedia6 pada Rabu (6/5) itu memperlihatkan deretan pohon di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Hang Tuah telah ditebang oleh pihak tak dikenal.
Perekam video menyoroti kondisi tersebut dengan nada kecewa. Ia menunjukkan bahwa pohon-pohon yang sebelumnya tumbuh rapi kini sudah terpotong.
“Dari bandara sampai Mediterania, lampu merah KDA, semua batang jati yang habis ditanam ini ditebang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pohon-pohon tersebut bukan tanaman baru. Perlu waktu panjang dan perawatan rutin hingga bisa tumbuh sebesar itu.
“Untuk tumbuh setinggi ini butuh waktu lama. Sayang sekali, sudah ditanam, disiram tiap hari, sekarang ditebang,” tambahnya.
Baca juga:Kemenag Batam Gandeng Dinas Koperasi, Koperasi Madrasah
Peristiwa ini memicu keprihatinan publik. Banyak yang menilai perusakan ruang hijau tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengancam kualitas lingkungan hidup Batam ke depan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, memastikan pihaknya langsung merespons kejadian tersebut. Ia menduga ada oknum yang sengaja merusak tanaman.
“Iya, ada oknum yang sengaja mematahkan. Tim pertamanan sudah berada di lokasi,” katanya, Rabu (6/5/2026).
BP Batam mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga ruang hijau kota. Upaya mewujudkan Batam sebagai kota cerdas tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga komitmen menjaga lingkungan.
Melindungi pohon hari ini berarti menjaga masa depan Batam esok.
Baca juga:TVRI Siarkan Piala Dunia, BP Batam Dorong Euforia hingga Dampak Ekonomi UMKM
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

















