Batam Perkuat Mitigasi Bencana, Risiko Banjir hingga Abrasi Jadi Perhatian

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (10/6/2026). Foto:Diskominfo Batam

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (10/6/2026). Foto:Diskominfo Batam

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam mulai menyusun langkah strategis untuk menghadapi berbagai ancaman bencana yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Batam yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (10/6/2026).

Dalam forum tersebut, Pemko Batam memetakan sejumlah ancaman yang masih menjadi perhatian, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga tanah longsor.

Firmansyah mengatakan, posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional memang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuat Batam menghadapi berbagai risiko bencana yang perlu diantisipasi secara terencana.

“Risiko bencana di Kota Batam cukup tinggi sehingga diperlukan rencana aksi yang mampu menjawab berbagai persoalan penanggulangan bencana. Penyusunannya harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan terintegrasi dengan RPJMD,” kata Firmansyah dikutip dalam laman media center.

Baca juga:DPRD Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Batam Kantongi WTP ke-14 Berturut-turut

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyampaikan data dan masukan secara komprehensif agar dokumen yang disusun benar-benar menjadi pedoman dalam mengurangi risiko bencana di Batam.

Menurutnya, RPB tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi acuan pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan masyarakat, memperkuat sistem mitigasi, mempercepat pemulihan pascabencana, serta memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Dokumen ini harus bisa diterapkan di lapangan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi arsip,” ujarnya.

Firmansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, bencana tidak mengenal batas wilayah maupun kewenangan instansi sehingga seluruh pihak harus terlibat dalam upaya mitigasi dan penanganan.

Selain mengakomodasi data risiko terbaru, penyusunan RPB juga diarahkan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan kearifan lokal, terutama dalam memperkuat sistem peringatan dini.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batam, Agus Bendri, mengatakan penyusunan RPB merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Ia menjelaskan forum tersebut bertujuan menyepakati rencana aksi terhadap ancaman bencana prioritas berdasarkan hasil kajian risiko terbaru di Kota Batam. Hasil pembahasan nantinya akan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan penanggulangan bencana di masing-masing perangkat daerah.

Forum itu diikuti perwakilan OPD, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, insan pers, serta lembaga kemasyarakatan. Kegiatan juga menghadirkan anggota tim ahli penyusunan dokumen RPB Kota Batam, Masudi, sebagai narasumber.

Baca juga:BEI Gelar Public Expose Live 2026, 8 Emiten Siap Paparkan Strategi Bisnis ke Investor

Editor:Zalfirega 

 

 

 

Berita Terkait

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air
Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota
Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia
Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang
Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Ini Rute Alternatifnya
PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Rp2,09 Triliun Berasal dari Pajak
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
Ribuan Warga Padati Belakang Padang Bershalawat, Amsakar: Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:53 WIB

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:38 WIB

Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang

Rabu, 9 September 2026 - 10:14 WIB

Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Ini Rute Alternatifnya

Berita Terbaru