BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Perluas Insentif untuk Tarik Investasi Asing dan Dorong Kredit Perbankan

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21–22 Juli 2026. Foto:Istimewa

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21–22 Juli 2026. Foto:Istimewa

61 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen. Di saat yang sama, bank sentral memperluas berbagai insentif bagi investor asing dan perbankan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat pembiayaan sektor riil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21–22 Juli 2026. Selain mempertahankan BI-Rate, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di 4,75 persen dan Lending Facility di 6,50 persen.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, fokus utama kebijakan kali ini bukan sekadar menjaga stabilitas moneter. BI juga mengirim sinyal kuat kepada pelaku pasar dengan memperluas insentif investasi portofolio asing, memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing, serta meningkatkan likuiditas perbankan agar penyaluran kredit ke dunia usaha terus tumbuh.

“Untuk menarik arus modal asing, BI menaikkan insentif swap lindung nilai dari 10 persen menjadi 12,5 persen,” ujarnya dikutip dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Bank sentral juga memperluas insentif transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) serta memberikan insentif tambahan bagi transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra.

Langkah ini diharapkan memperkuat daya tarik instrumen keuangan domestik sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sisi perbankan, BI meningkatkan batas insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi maksimal 6 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK), naik dari sebelumnya 5,5 persen.

Baca juga:DBG Technology Resmikan Pabrik di Batam, Perkuat Basis Manufaktur Asia Tenggara

“Kebijakan ini membuka ruang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas, termasuk industri, hilirisasi, perumahan, UMKM, dan sektor inklusif,” ujarnya.

Bank Indonesia juga memperluas cakupan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).

Kebijakan tersebut memungkinkan pembiayaan tidak hanya menyasar pelaku usaha utama, tetapi juga pemasok, distributor, hingga mitra usaha sehingga rantai pasok bisnis memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, BI menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan.

Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, ditopang konsumsi domestik, belanja pemerintah, dan investasi.

Meski demikian, BI mengingatkan bahwa kinerja ekspor masih perlu diperkuat untuk memanfaatkan kenaikan harga komoditas dunia.

Dari sisi pasar keuangan, rupiah kembali menguat ke level Rp17.885 per dolar Amerika Serikat pada 21 Juli 2026 setelah sempat tertekan akibat konflik Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

BI optimistis nilai tukar rupiah tetap stabil dengan dukungan berbagai instrumen stabilisasi serta insentif baru bagi investor asing.

Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan terus menguat. Pada Juni 2026, kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Mei yang mencapai 11,51 persen.

Peningkatan terutama berasal dari kredit investasi yang melonjak 24,9 persen, diikuti kredit modal kerja dan kredit konsumsi. BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 8–12 persen.

Aktivitas ekonomi digital juga terus meningkat. Volume transaksi pembayaran digital tumbuh 36,88 persen pada triwulan II 2026.

Transaksi QRIS bahkan melesat 100,12 persen secara tahunan, memperlihatkan akselerasi digitalisasi pembayaran yang semakin mendukung aktivitas bisnis dan konsumsi masyarakat.

 

Baca juga:AJI Batam Sebut Dua Insiden Jadi Sinyal Ancaman terhadap Kebebasan Pers di Batam

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam
Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data
Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026
PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia
BP Batam Kenalkan Kesiapan Ekosistem Data Centre di Tech Week Singapore
UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI di Indonesia, Tekankan Infrastruktur dan Kolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Bidik 20 Pelanggan di Batam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Inflasi Kepri Turun Jadi 3,49 Persen pada September 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:03 WIB

PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center

Berita Terbaru

juru bicara atau Humas PN Batam, Vabianes Stuart Wattimena, saat bertemu dengan sejumlah awak media dalam kegiatan Forum Wartawan Bayang (FWB) di The BCC Hotel & Residence Batam, Jumat (9/10/2026). Foto:Rega/matapedia

News

Kata PN Batam soal Aturan Peliputan di Ruang Sidang

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:15 WIB