MATAPEDIA6.com, BATAM – DBG Technology Co., Ltd. resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur PT DBG Technology Indonesia di Panbil Industrial Estate, Batam, Senin (20/7/2026).
Perusahaan teknologi tersebut menjadikan Batam sebagai basis baru untuk memperkuat jaringan produksi di Asia Tenggara.
Pabrik itu akan memproduksi perangkat dan modul elektronik untuk sistem kendali industri, elektronik otomotif, bangunan pintar, hingga teknologi kendaraan cerdas. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus memperluas rantai pasok global DBG dari Batam.
Chief Operating Officer DBG Technology Co., Ltd., Zhi Biao Su, mengatakan peresmian fasilitas tersebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat kemampuan manufaktur sekaligus mendekatkan produksi dengan pasar dan pelanggan di kawasan.
“Pembukaan fasilitas ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari babak baru. Kami ingin mengembangkan DBG Indonesia menjadi salah satu pusat manufaktur utama di Asia Tenggara,” ujar Su dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menilai keputusan DBG memilih Batam mencerminkan meningkatnya daya saing kawasan itu sebagai tujuan investasi industri berorientasi ekspor.
Menurut Fary, DBG tidak sekadar membangun pabrik, tetapi juga memilih Batam sebagai mitra pertumbuhan jangka panjang.
“DBG tidak hanya memilih lokasi untuk membangun pabrik. DBG telah memilih Batam sebagai partner for growth—mitra untuk bertumbuh, berekspansi, dan terhubung dengan pasar global,” katanya.
Baca juga:AJI Batam Sebut Dua Insiden Jadi Sinyal Ancaman terhadap Kebebasan Pers di Batam
Fary menjelaskan Batam menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian pemerintah pusat untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan tersebut, kata dia, memberikan kepastian bagi investor dalam mengembangkan usahanya.
Ia juga menegaskan BP Batam terus mempercepat pelayanan investasi melalui layanan digital Invest in Batam dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
“Investor tidak boleh menunggu pemerintah. Pemerintahlah yang harus bergerak cepat mengikuti kebutuhan investor. Ketika investor menghadapi kendala, BP Batam harus hadir, merespons, dan memastikan ada jalan keluar,” tegas Fary.
Ia memastikan BP Batam akan terus mendampingi setiap investasi agar dapat berkembang dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah.
“Komitmen kami jelas: Anda berinvestasi, kami mendukung. Anda tumbuh, Batam tumbuh bersama Anda. Di Batam, investor tidak berjalan sendiri,” ujarnya.
Melalui investasi tersebut, BP Batam berharap DBG Technology terus memperluas kapasitas produksi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta menjadikan Batam sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan manufaktur global perusahaan.
Editor:Zalfirega










