Bursa Efek Indonesia Kian Dominan di Asia Tenggara, 15 Persen Investor dari Sumatra Berkontribusi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bursa Efek Indonesia IDX di Jakarta. Foto:dok/matapedia

Kantor Bursa Efek Indonesia IDX di Jakarta. Foto:dok/matapedia

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Dinamika ekonomi global dan tren investasi digital yang terus berkembang, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan diri sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.400 triliun atau sekitar US\$800 miliar.

Angka ini tak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi domestik, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia di panggung keuangan global.

“Nilai transaksi harian BEI yang kini menyentuh Rp13,4 triliun (US\$800 juta) menempatkannya sebagai bursa ke-11 terbesar di dunia dari sisi aktivitas perdagangan,” ungkap Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, saat menerima kunjungan rombongan Media OJK Sumatera Bagian Utara, Selasa (5/8/2025) kemarin.

Baca juga:Pasar Modal Indonesia Tumbuh Pesat: Dialog Bersama BEI dan OJK Membangun Optimisme di Tengah Tantangan Global

Ia menyebut, capaian ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia telah bertransformasi dari sekadar instrumen lokal menjadi simpul penting dalam rantai ekosistem investasi dunia.

Transformasi itu terlihat dari langkah BEI yang tidak lagi hanya memperdagangkan saham, tetapi juga telah merambah ke bursa karbon waran terstruktur short selling dan ke depan akan menghadirkan liquidity provider serta instrumen repo.

“Diversifikasi ini menjadikan BEI salah satu bursa paling komprehensif di kawasan Asia. Transformasi ini penting agar bursa kita tidak hanya relevan di pasar domestik, tetapi juga diperhitungkan secara global,” ujarnya.

Yang menarik, dari seluruh investor pasar modal di Indonesia, sekitar 15 persen berasal dari wilayah Sumatra. Fakta ini mencerminkan bahwa partisipasi masyarakat di luar Jawa semakin signifikan dan menjadi penopang pertumbuhan inklusif industri pasar modal nasional.

Bursa efek Indonesia bersama media partner OJK Sumbagut. Foto:Istimewa

Hingga akhir Juli 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 17,4 juta melonjak drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sepanjang 2024, BEI berhasil menambah 2,7 juta investor baru, melebihi target awal sebesar 2 juta. Sementara hingga pertengahan 2025, BEI telah membukukan penambahan 2,5 juta investor hanya dalam tujuh bulan pertama.

“Angka ini menggembirakan dan menjadi bukti bahwa literasi serta inklusi keuangan terus tumbuh. Fokus kami tetap pada edukasi, pemerataan akses, dan perlindungan investor di seluruh wilayah Indonesia,” tutup Jeffrey.

Baca juga:Peran Strategis Bursa Efek Indonesia dalam Mendorong Investasi Nasional

Penulis:Zalfirega|Editor:Trio

Berita Terkait

Bursa Efek Indonesia Kepri Sorot Peluang Besar Pasar Modal: Literasi Naik, Investor Mendekati 20 Juta
BI Paparkan Ketahanan Ekonomi Kepri dan Arah Sinergi Baru di PTBI 2025
Indosat Percepat Inklusi Digital di Kepri dengan AIvolusi5G, Hadirkan Konektivitas yang Lebih Aman dan Cerdas
Obligasi Indonesia di Tengah Guncangan Pasar Global
Batam Jadi Magnet Baru UMKM, Kementerian UMKM, BP Batam, dan BRI Dorong Akses Permodalan dan Investasi
Ekonomi Kepri Triwulan III 2025 Tumbuh 7,48 Persen, Industri dan Investasi Jadi Mesin Penggerak Utama
Batam Catat Lonjakan Logistik, Peti Kemas dan Kargo Naik Tajam
BP Batam Gandeng IPB, Perkuat Tata Kelola Perizinan untuk Dorong Investasi Modern

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 17:41 WIB

Bursa Efek Indonesia Kepri Sorot Peluang Besar Pasar Modal: Literasi Naik, Investor Mendekati 20 Juta

Selasa, 25 November 2025 - 23:50 WIB

Indosat Percepat Inklusi Digital di Kepri dengan AIvolusi5G, Hadirkan Konektivitas yang Lebih Aman dan Cerdas

Senin, 24 November 2025 - 12:17 WIB

Obligasi Indonesia di Tengah Guncangan Pasar Global

Rabu, 12 November 2025 - 19:33 WIB

Batam Jadi Magnet Baru UMKM, Kementerian UMKM, BP Batam, dan BRI Dorong Akses Permodalan dan Investasi

Jumat, 7 November 2025 - 10:25 WIB

Ekonomi Kepri Triwulan III 2025 Tumbuh 7,48 Persen, Industri dan Investasi Jadi Mesin Penggerak Utama

Berita Terbaru

OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto:OJK Kepri

Nasional

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Sabtu, 29 Nov 2025 - 11:28 WIB