Batam Jadi Magnet Baru UMKM, Kementerian UMKM, BP Batam, dan BRI Dorong Akses Permodalan dan Investasi

Rabu, 12 November 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis tengah bersama BRI dan Kementerian UMKM duduk satu meja pada Rabu (12/11/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis tengah bersama BRI dan Kementerian UMKM duduk satu meja pada Rabu (12/11/2025). Foto:Zalfirega/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM– Pemerintah pusat bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat langkah konkret menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis UMKM dan investasi.

Kolaborasi strategis antara Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenKopUKM) BP Batam dan BRI ini difokuskan pada perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta penciptaan peluang kemitraan investasi.

Langkah ini dinilai menjadi motor penggerak baru ekonomi Batam di tengah pergeseran orientasi industri menuju ekonomi kreatif dan digital.

Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuvi Moraza, menegaskan, kerja sama ini merupakan strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kecil di kawasan strategis seperti Batam.

Baca juga:Kepala BP Batam Paparkan Kinerja Investasi

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha di Batam akan mendapat akses permodalan yang mudah, pendampingan terarah, serta peluang pasar yang lebih luas, termasuk jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” ujar Helvi Yuvi Moraza di rumah Dinas BP Batam, Sekupang, Rabu (12/11/2025).

Menurut data BPS Kepulauan Riau, hingga akhir 2024 terdapat 75.575 unit UMKM aktif di Batam. Angka ini berpotensi terus meningkat seiring dukungan regulasi dan pembiayaan yang semakin kuat.

Program kolaboratif ini akan dijalankan dengan tiga fokus utama:

  • Akses Permodalan Berkelanjutan melalui skema pembiayaan mikro dan kecil dari BRI disertai literasi keuangan bagi pelaku UMKM.
  • Peningkatan Kapasitas Usaha, lewat pelatihan kewirausahaan, digitalisasi, serta sertifikasi produk bersama BP Batam dan KemenKopUKM.
  • Kemitraan dan Investasi Industri dengan BP Batam sebagai fasilitator yang membuka ruang kolaborasi antara pelaku UMKM dan investor domestik maupun asing.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM kini menjadi bagian integral dari peta investasi Batam.

“Setiap arus investasi yang masuk ke Batam harus memberi dampak langsung bagi pelaku UMKM. Kami tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan agar pelaku usaha kecil bisa memanfaatkan aset produktif BP Batam untuk produksi, distribusi, maupun kolaborasi usaha,” ungkap Fary.

Baca juga:Amsakar Paparkan Strategi Pembangunan Batam di Forum Internasional Jepang – Indonesia

Sebelumnya, BP Batam juga meluncurkan dashboard investasi digital dan program Duta Investasi yang mempercepat proses dan transparansi perizinan investasi di kawasan Batam.

Kementerian Bidang Perekonomian memperkirakan kolaborasi ini dapat mendorong ekspor Batam naik hingga 10% dan memperkuat sumbangan UMKM terhadap PDRB kota.

Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan otoritas kawasan ini menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM berdaya saing global berbasis investasi dan berkelanjutan.

Inisiatif ini menegaskan pergeseran arah ekonomi Batam dari kawasan manufaktur menuju kawasan inovatif berbasis investasi UMKM, yang diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah dan membuka peluang lapangan kerja baru secara inklusif.

Baca juga:BP Batam Paparkan Program Prioritas 2025-2029 di RDP Komisi VI DPR RI

 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen pada Agustus 2026
Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri
General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen
Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus
Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:50 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen pada Agustus 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Berita Terbaru