Ekonomi Kepri Triwulan III 2025 Tumbuh 7,48 Persen, Industri dan Investasi Jadi Mesin Penggerak Utama

Jumat, 7 November 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto. Foto:Istimewa

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan III 2025 mencapai 7,48% (yoy)— meningkat dari 7,14% pada triwulan sebelumnya dan tetap menjadi yang tertinggi di Sumatera.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan dengan kontribusi 7,07% terhadap total PDRB Pulau Sumatera Kepri kini menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia.

“Kinerja kuat ini bukan kebetulan — mesin utamanya adalah sektor industri pengolahan, pertambangan migas, konstruksi, dan perdagangan yang sama-sama menunjukkan lonjakan produktivitas,” ujarnya dikutip dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Baca juga: Dari Warung Kopi Sagulung, QRIS Jadi Nadi Ekonomi Baru di Kepulauan Riau

Sektor industri pengolahan tumbuh 6,82% (yoy), memberi andil 2,8% terhadap total PDRB. Kenaikan ini sejalan dengan pulihnya aktivitas ekspor setelah kepastian tarif resiprokal Amerika Serikat.

Sementara sektor pertambangan dan penggalian melonjak 19,83% (yoy) berkat beroperasinya dua sumur migas baru di Natuna — yang secara nyata memperkuat fondasi energi daerah.

Tak kalah penting, sektor konstruksi naik 5,71% (yoy), mencerminkan bergulirnya proyek strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI).

“Aktivitas perdagangan dan pariwisata juga menggeliat, ditopang oleh meningkatnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang kembali ramai di Batam dan Bintan,” ungkap dia.

Dari sisi keuangan, intermediasi perbankan di Kepri menunjukkan performa luar biasa. Kredit tumbuh 20,61% Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 14,06% dan aset bank meningkat 13,14% (yoy).

Pertumbuhan pembiayaan korporasi dan UMKM yang masing-masing menembus 26,37% dan 12,96% (yoy) menegaskan bahwa geliat usaha menengah ke bawah ikut berkontribusi besar terhadap ekonomi daerah.

Transformasi digital juga menjadi katalis. Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS mencapai 64,94 juta hingga September 2025, melonjak 181,93% (yoy) dengan nilai transaksi Rp7,71 triliun.

Bahkan, QRIS Cross Border dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura mencatat peningkatan signifikan, menghubungkan ekosistem digital Kepri dengan pasar regional.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) naik 9,05% (yoy), mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap Kepri.

Dorongan regulasi seperti PP Nomor 25 dan 28 Tahun 2025 yang mempermudah perizinan investasi menjadi kunci. Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 4,12% (yoy) seiring meningkatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi, yang tercermin dalam naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Di tengah pertumbuhan tinggi, inflasi Kepri tetap terkendali di level 3,01% (yoy) pada Oktober 2025 — salah satu yang paling stabil di kawasan.

Kenaikan harga emas perhiasan dan bahan pangan strategis seperti cabai menjadi pendorong utama, namun berhasil ditekan oleh program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Dengan dukungan dari Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), Kepri bersiap melanjutkan momentum ini hingga akhir tahun.

Ekspansi proyek strategis, peningkatan mobilitas masyarakat, serta sinergi lintas sektor akan menjadi bahan bakar utama menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen Fokus Jaga Rupiah dan Dorong Kredit

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
BP Batam Tawarkan Proyek Sampah Jadi Energi ke Perusahaan Jepang
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Selasa, 15 September 2026 - 15:47 WIB

Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Jumat, 11 September 2026 - 16:33 WIB

STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Berita Terbaru