Dugaan Penganiayaan Anak di Batam, Korban Dirawat dan Terduga Pelaku Diperiksa Polisi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kekerasan anak. Foto:Istimewa

Ilustrasi kekerasan anak. Foto:Istimewa

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Kasus dugaan penganiayaan terhadap bocah berinisial AA (9) menyita perhatian publik di Batam. Bocah tersebut kini menjalani perawatan di ruang anak RSUD Embung Fatimah setelah mengalami sejumlah luka lebam di wajah dan beberapa bagian tubuh.

Polisi masih memeriksa wanita berinisial VJ dan RL yang diduga terkait dalam kasus tersebut di Unit Reskrim Polsek Sagulung.

Kasus ini mencuat setelah ayah kandung korban mengirim pesan ke grup WhatsApp Komunitas Driver Andalan (Komando) Batam.

Dalam pesan itu, ia turut membagikan video yang memperlihatkan kondisi Acha dengan luka lebam. Video tersebut langsung memicu perhatian anggota komunitas dan mendorong upaya penyelamatan terhadap korban.

Humas RSUD Embung Fatimah, Elin, mengatakan pihak rumah sakit saat ini memprioritaskan penanganan medis terhadap korban. Sementara urusan administrasi perawatan akan ditindaklanjuti pemerintah setempat.

“Untuk administrasi perawatan korban yang kini dirawat akan ditindaklanjuti oleh lurah tempat korban tinggal,” kata Elin saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

“Untuk korban masih di rawat di RSUD,” tambah Elin.

Baca juga:Polda Kepri Tangkap 4 Pengedar Narkoba, Sita 200 Gram Sabu dan 5 Kg Ganja di Batam

Di sisi lain, polisi terus mendalami dugaan kekerasan yang dialami korban, termasuk menyusun kronologi dan mengungkap motif di balik peristiwa tersebut.

Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo membenarkan pihaknya sempat menangani laporan awal sebelum melimpahkan proses penyidikan ke Polsek Sagulung karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum tersebut.

“Tadi malam sudah kami bawa ke polsek, baik korban anak maupun orang tuanya,” ujar Bayu.

Setelah itu, polisi membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan perawatan. Untuk proses penyelidikan lanjutan, keluarga korban diarahkan membuat laporan resmi di Polsek Sagulung.

Terungkap Berkat Kecurigaan Komunitas Driver

Kasus ini terungkap berkat kejelian anggota dan Satgas Komando Batam. Awalnya, seorang anggota komunitas meminta bantuan biaya pengobatan anak melalui grup. Dalam pesan tersebut disebutkan korban mengalami luka akibat terjatuh di kamar mandi.

Namun sejumlah anggota menilai luka yang dialami korban terlihat tidak wajar.

Ketua Umum Komando Batam, Feryandi Tarigan, mengaku curiga setelah melihat kondisi korban. Ia kemudian memerintahkan Satgas Komando untuk mendatangi rumah korban dan mencari informasi lebih lanjut.

“Awalnya ada permintaan bantuan untuk biaya berobat anak yang dibagikan ke grup. Setelah kami melihat kondisi lukanya, kami merasa ada yang janggal. Karena itu saya memerintahkan Satgas untuk turun langsung ke rumah dan mencari tahu kondisi sebenarnya,” kata Feryandi kepada wartawan dilansir.

Menurut Feryandi, keluarga korban sempat membantah adanya tindak kekerasan sehingga tim kesulitan mendapatkan keterangan. Satgas kemudian mengajak korban keluar rumah dengan alasan membelikan makanan dan jajanan.

Saat berada di luar rumah, korban mengaku luka yang dialaminya bukan akibat terjatuh, melainkan karena penganiayaan yang diduga dilakukan ibu tirinya.

Kecurigaan Satgas semakin menguat setelah mereka memperoleh informasi bahwa ibu tiri korban berencana meninggalkan Batam pada Sabtu (20/6).

Wakil Kepala Satgas Komando Batam, Okka, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Buser Polsek Sekupang dan Polsek Batuaji setelah menerima pengakuan korban.

“Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, para pelaku berhasil diamankan. Korban langsung dibawa ke RS Embung Fatimah untuk menjalani visum dan mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Hingga Sabtu siang, polisi masih mendalami kasus tersebut dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat.

Baca juga:BP Batam Tinjau 11 Titik Rawan Banjir Usai RDP dengan Komisi VI DPR RI

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

 

 

Berita Terkait

Manchester hingga H-Mild Ilegal Disita, Bea Cukai Batam Sapu Puluhan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Tiba di Batam, Amsakar Sambut Sebelum Kunjungan Kerja ke Lingga
Dialog Wawasan Kebangsaan Hadirkan Tokoh Kepri, Gaungkan Literasi Digital Lawan Hoaks Jelang HUT RI ke 81
DPRD Batam Mulai Bahas Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Diusulkan Naik Rp208 Miliar
Polisi Ungkap Peran Pelaku Pencurian Kabel Jembatan I Barelang
Berawal dari Janji 10 Tahun Lalu, Ahmad Muzani Resmikan Ponpes Nur Iman di Pulau Kasu
Saat Lautan Manusia Menyatu dalam Sholawat, Kepri Bersholawat 3 Menggetarkan Batam
Satlantas Polresta Barelang Sita Motor Berknalpot Brong, Langkah Tekan Balap Liar di Batam

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Manchester hingga H-Mild Ilegal Disita, Bea Cukai Batam Sapu Puluhan Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Tiba di Batam, Amsakar Sambut Sebelum Kunjungan Kerja ke Lingga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Dialog Wawasan Kebangsaan Hadirkan Tokoh Kepri, Gaungkan Literasi Digital Lawan Hoaks Jelang HUT RI ke 81

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Polisi Ungkap Peran Pelaku Pencurian Kabel Jembatan I Barelang

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Berawal dari Janji 10 Tahun Lalu, Ahmad Muzani Resmikan Ponpes Nur Iman di Pulau Kasu

Berita Terbaru