Duta Besar Australia Kunjungi Batam, Dorong Kemitraan dan Peluang Investasi Baru

Senin, 30 Juni 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bp Batam. Foto:Ist

Bp Batam. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, BATAM— Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung kunjungan resmi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr. Roderick Brazier, pada Senin pagi (30/6/2025), di Ruang Rapat lantai 5 Kantor Wali Kota Batam.

Dubes Roderick hadir bersama Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Madam Jennifer Westacott, serta delegasi dari Kedutaan Besar Australia. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan kemitraan sekaligus menjajaki peluang investasi baru antara Australia dan Batam.

Amsakar menyatakan bahwa kolaborasi Indonesia dan Australia, khususnya di Batam, telah terjalin melalui beberapa sektor utama seperti pertambangan dan manufaktur. Ia mencontohkan perusahaan seperti PT Austin Engineering dan PT Thiess yang telah lebih dulu menanamkan modal di Batam.

“Investasi Australia masih berada di posisi 12 besar penanam modal asing di Batam. Namun, kami yakin kunjungan ini akan membuka lebih banyak peluang kerja sama di sektor strategis,” ujar Amsakar.

Ia secara terbuka menawarkan sejumlah sektor potensial, seperti pengembangan Data Centre dan Artificial Intelligence di Nongsa Digital Park, Solar Panel, Manufaktur Galangan Kapal hingga Pariwisata.

Amsakar juga mengungkapkan bahwa dua regulasi baru, yaitu PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 akan semakin mempermudah investor. Regulasi tersebut memungkinkan sejumlah perizinan cukup diselesaikan di Batam, tanpa harus melalui kementerian teknis terkait.

“Presiden telah menandatangani dua regulasi penting pada 3 Juni 2025 lalu. Ini kabar baik bagi calon investor karena proses perizinan kini lebih sederhana dan cepat,” ucapnya optimistis.

Sementara itu, Duta Besar Roderick Brazier menegaskan komitmen Australia dalam memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan Batam. Ia mengakui potensi besar Batam sebagai wilayah investasi unggulan yang semakin berkembang.

“Kami bangga perusahaan Australia sudah beroperasi di Batam. Tugas kami sekarang adalah memperluas dan memperkuat investasi tersebut,” ujar Dubes Roderick.

Ia juga menaruh harapan besar pada peran Business Champion Jennifer Westacott yang diharapkan dapat menjalin komunikasi aktif dengan pelaku industri di Australia, sehingga semakin banyak investor yang datang ke Batam.

“Setelah kembali ke Australia, beliau bisa menyampaikan langsung kepada kalangan bisnis tentang potensi Batam. Kami berharap akan semakin banyak perusahaan Australia menanamkan modal di sini,” tambahnya.

Profesor Jennifer Westacott mengaku terkesan dengan komitmen Pemerintah Batam yang serius menjadikan daerah ini sebagai destinasi investasi unggulan.

“Batam punya reputasi kuat sebagai tujuan investasi asing. Dua kebijakan investasi terbaru menunjukkan komitmen kuat pemerintah. Kami ingin memperluas hubungan bisnis dan menemukan lebih banyak peluang ke depan,” ungkap Jennifer.

Kunjungan ini juga dihadiri para pejabat eselon II dan III dari Pemerintah Kota Batam serta BP Batam.**

 

Berita Terkait

OJK Catat IHSG Terkoreksi 41,52 Persen, Kredit Investasi Tumbuh 23,20 Persen
32,7 Juta Investor Jadi Modal Pasar Modal Indonesia, BEI Genjot Edukasi
Investasi Rp600 Miliar, Citramas Bangun SWRO untuk Amankan Pasokan Air Data Centre di Batam
Telkom Raup Rp113,5 Triliun hingga September 2026, Empat Segmen Bisnis Tumbuh
Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
Investasi Batam Capai Rp59,73 Triliun, BP Batam Apresiasi Kontribusi 19 Kategori Investor
Jangkau 5 Wilayah di Kepulauan Nias, Pertamina Perkuat Distribusi BBM Jelang Nataru
Arus Barang dan Penumpang Meningkat, Pelabuhan Batam Perkuat Posisi Jalur Logistik Internasional
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:07 WIB

OJK Catat IHSG Terkoreksi 41,52 Persen, Kredit Investasi Tumbuh 23,20 Persen

Kamis, 5 November 2026 - 17:45 WIB

32,7 Juta Investor Jadi Modal Pasar Modal Indonesia, BEI Genjot Edukasi

Kamis, 5 November 2026 - 10:57 WIB

Investasi Rp600 Miliar, Citramas Bangun SWRO untuk Amankan Pasokan Air Data Centre di Batam

Senin, 2 November 2026 - 14:18 WIB

Telkom Raup Rp113,5 Triliun hingga September 2026, Empat Segmen Bisnis Tumbuh

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi

Berita Terbaru