Hujan Deras Guyur Batam, Kampung Tua Sei Binti Terancam Banjir

Minggu, 18 Mei 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan deras yang mengguyur Kota Batam khususnya di daerah Sagulung mengakibatkan air meluap di daerah kampung tua Sungai binti Sagulung, Minggu (18/5/2025). Matapedia6.com/Istimewa

Hujan deras yang mengguyur Kota Batam khususnya di daerah Sagulung mengakibatkan air meluap di daerah kampung tua Sungai binti Sagulung, Minggu (18/5/2025). Matapedia6.com/Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak siang hari, Minggu (18/5/2025), membuat warga di Kampung Tua Sei Binti, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, kembali waspada. Air mulai naik dan mengancam permukiman warga.

“Ini hujan belum berhenti, tadi sempat sangat deras. Air mulai naik, warga sudah mulai resah,” ujar Moras, salah satu warga setempat.

Menurut Moras, kawasan tempat tinggal mereka memang langganan banjir setiap kali hujan deras melanda. Ia menilai persoalan utama berasal dari pematangan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Dulu arah Pelabuhan Sagulung itu masih berupa rawa-rawa. Air hujan bisa tertampung di sana. Tapi sekarang sudah ditimbun. Rawa itu sudah tidak ada, jadi air langsung mengalir ke permukiman kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak rawa di belakang kampung mereka ditimbun untuk proyek perumahan, wilayah mereka selalu kebanjiran jika hujan turun lebih dari satu jam.

“Kalau hujan deras lebih dari sejam, bisa dipastikan banjir. Air masuk ke rumah, ketinggian bisa mencapai 15 sampai 30 sentimeter,” ucap Moras.

Selain hilangnya daerah resapan air, Moras juga menyebutkan bahwa sistem drainase yang buruk ikut memperparah keadaan.

Menurutnya, gorong-gorong yang ada saat ini terlalu kecil untuk menampung aliran air menuju laut.

“Sudah tidak ada resapan air, gorong-gorong kecil, jadi air meluap ke rumah. Kami juga bingung, kemana pengawasan dari pemerintah Kota Batam, Semua lahan ditimbun tanpa kontrol,” ujarnya dengan nada kecewa.

Moras mengaku warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan. Namun, sampai saat ini belum ada solusi yang diberikan.

“Kalau siang mungkin kita masih bisa antisipasi. Tapi kalau banjir datang malam hari, lebih repot. Warga pasti panik,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Lurah Sei Binti, Jamil, belum memberikan tanggapan terkait banjir yang kembali mengancam kampung tua tersebut.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Wali Kota Amsakar Achmad Ajak Mubaligh Sampaikan Dakwah Sejuk Selama Ramadan
Dua Langkah BP Batam Atasi Krisis Air Baku, Pelebaran Waduk hingga Pembersihan Eceng Gondok
Pipa Gas WNTS–Pulau Pemping Masuk Konstruksi, Harga Gas Pemerintah untuk PLN Batam Didorong
ADEKSI Gelar Rakernas di Batam, DPRD Sambut Ratusan Anggota Dewan Kota se-Indonesia
Ikuti Arahan Presiden, Amsakar Pimpin Gerakan Goro Serentak di Batam Bertajuk “Gema Batam Asri”
Batam Hadapi Krisis Air, Pemko Siapkan Shalat Istisqa dan Langkah Darurat Pasokan Air
Kemenag Batam Dorong Salat Istisqa, Kemarau Panjang Mulai Tekan Pasokan Air
RSUD Embung Fatimah Bantah Isu Pasien Dipulangkan Paksa Tengah Malam

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:22 WIB

Wali Kota Amsakar Achmad Ajak Mubaligh Sampaikan Dakwah Sejuk Selama Ramadan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:07 WIB

Dua Langkah BP Batam Atasi Krisis Air Baku, Pelebaran Waduk hingga Pembersihan Eceng Gondok

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:45 WIB

Pipa Gas WNTS–Pulau Pemping Masuk Konstruksi, Harga Gas Pemerintah untuk PLN Batam Didorong

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:33 WIB

ADEKSI Gelar Rakernas di Batam, DPRD Sambut Ratusan Anggota Dewan Kota se-Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:55 WIB

Ikuti Arahan Presiden, Amsakar Pimpin Gerakan Goro Serentak di Batam Bertajuk “Gema Batam Asri”

Berita Terbaru