Imigrasi Batam Amankan Enam WNA, Diduga Langgar Izin Kerja

Senin, 13 April 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

72 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Imigrasi Batam mengamankan enam warga negara asing (WNA) yang diduga melanggar izin kerja dalam Operasi Wira Waspada 2026, setelah kedapatan beraktivitas di proyek dan kawasan industri tanpa dokumen yang sesuai.

Tim Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bergerak cepat menyisir sejumlah titik industri sejak Maret 2026.

Operasi ini langsung membuahkan hasil saat petugas menciduk dua pria asal Tiongkok berinisial PK dan RZ di kawasan industri. Keduanya masuk menggunakan izin tinggal kunjungan, namun justru bekerja layaknya tenaga profesional.

Perburuan berlanjut pada puncak operasi 7–10 April 2026. Di sebuah lokasi konstruksi, petugas kembali menggerebek aktivitas kerja ilegal dan mengamankan tiga WNA Tiongkok berinisial WPB, YL, dan YX.

Beberapa di antaranya sempat mencoba kabur saat petugas datang, namun upaya itu berhasil digagalkan.

Tak berhenti di sektor konstruksi, tim juga menyasar perusahaan jasa pelatihan. Seorang instruktur keselamatan kerja asal Malaysia berinisial MS ikut diamankan saat tengah melatih karyawan, meski hanya mengantongi visa kunjungan yang melarang aktivitas bekerja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra, menegaskan pihaknya tidak memberi ruang bagi WNA yang menyalahgunakan izin tinggal.

“Kami mengamankan lima warga negara Tiongkok dan satu warga negara Malaysia. Mereka beraktivitas di area proyek dan industri, tetapi dokumennya tidak sesuai,” kata Wahyu dalam konferensi pers, Senin (13/4/2026).

Baca juga:Silaturahmi Kader Posyandu se-Batam, Amsakar Tekankan Lansia Harus Bahagia dan Bermartabat di Usia Senja

Saat ini, keenam WNA tersebut menjalani pemeriksaan intensif di ruang detensi Imigrasi Batam. Petugas juga mengembangkan penyelidikan dengan membidik pihak penjamin yang diduga mempekerjakan mereka secara ilegal.

Wahyu menegaskan, Imigrasi Batam akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas WNA di wilayahnya.

“Kami jaga kedaulatan hukum. Setiap WNA yang beraktivitas di Batam wajib patuh pada aturan Indonesia,” tutupnya.

Baca juga:Pengurus BMKJ Kepri 2026–2030 Resmi Dilantik

Penulis:Ramadan|Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Dari Batam untuk Veddira, Merawat Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste
Polda Kepri Intensifkan Patroli Malam di Batam, Sasar Balap Liar dan Kejahatan Jalanan
Dari Ketahanan Keluarga hingga Aksi Sosial, Ini Pesan Kapolda Kepri di HKGB ke-74
Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Empat Personel Polda Kepri Diduga Terseret Kasus Etomidate, Kapolda Tegaskan Tak Ada Toleransi
Polda Kepri Ungkap 3 Kasus Pengiriman PMI Ilegal, 6 Orang Jadi Tersangka
Dari Panggung Literasi hingga Hari Guru, MTsN 1 Batam Siapkan Ruang Ekspresi bagi Siswa
Kenalkan Sistem Pemasyarakatan, Rutan Batam Ajak Siswa Belajar Langsung

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:04 WIB

Dari Batam untuk Veddira, Merawat Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Minggu, 1 November 2026 - 13:02 WIB

Polda Kepri Intensifkan Patroli Malam di Batam, Sasar Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Dari Ketahanan Keluarga hingga Aksi Sosial, Ini Pesan Kapolda Kepri di HKGB ke-74

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Kapolda Kepri Ajak IKTD Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Empat Personel Polda Kepri Diduga Terseret Kasus Etomidate, Kapolda Tegaskan Tak Ada Toleransi

Berita Terbaru