Jalan Duyung Dipenuhi Tanah dan Debu, Arlon: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bertindak

Rabu, 8 Oktober 2025 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debu terbang saat mobil besar melintas membuat jarak pandang terbatas dan sangat membahayakan pengendara yang melintas, Rabu (8/10/2025).Matapedia6.com/Luci

Debu terbang saat mobil besar melintas membuat jarak pandang terbatas dan sangat membahayakan pengendara yang melintas, Rabu (8/10/2025).Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Jalur utama yang menghubungkan kawasan Harbour Bay hingga Pelabuhan Batuampar itu kini dipenuhi tanah dan debu yang berserakan di sepanjang bahu hingga badan jalan.

Tanah yang menumpuk di jalan tersebut diduga berasal dari roda truk kontainer yang keluar-masuk area pergudangan dan pelabuhan tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

Akibatnya, jalan menjadi licin saat hujan dan berdebu saat panas, hingga mengancam keselamatan para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, selain membahayakan warga, pemandangan jalan yang kotor juga mencoreng citra Batam sebagai kota wisata dan investasi internasional.

“Batuampar ini kawasan strategis. Harbour Bay adalah pintu masuk wisatawan mancanegara, tapi jalan utamanya malah penuh tanah. Ini memalukan dan sangat berbahaya,” tegas Arlon, Rabu (8/10/2025).

Baca juga: Bea Cukai Batam Bongkar Penyelundupan Limbah B3 Jaringan Internasional di Pelabuhan Batuampar

Arlon meminta Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan Dinas Perhubungan (Dishub) segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“BP Batam jangan hanya memberikan lahan kepada investor, tapi juga wajib mengawasi pemanfaatannya. Kita butuh investasi, tapi jangan sampai masyarakat Batam yang jadi korban,” ujarnya.

Sorotan serupa datang dari Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menilai masalah ini sudah terjadi lama tanpa tindakan konkret dari instansi terkait.

Tumbur menegaskan perlunya aturan tegas agar setiap truk kontainer wajib mencuci roda sebelum keluar dari area penumpukan.

“Jalan Duyung ini jalur utama. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Dishub dan BP Batam harus bertindak, bukan tutup mata,” tegas Tumbur.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menyediakan area pencucian roda di pintu keluar kontainer bisa menjadi solusi efektif untuk mencegah tanah terbawa ke jalan raya.

Baca juga: Batam Rawan Banjir, Li Claudia Minta BP dan Pemko Bangun Sinergi Kajian Teknis Drainase

“Kalau musim hujan jalan jadi licin, kalau panas penuh debu. Ini merugikan semua pengguna jalan,” tambahnya.

Warga sekitar berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, kondisi jalan yang berdebu juga membuat udara di sekitar pelabuhan menjadi kotor dan tidak nyaman.

“Kalau sore, debunya sampai masuk ke rumah. Kami minta pemerintah segera bersihkan dan atur kendaraan kontainer itu,” ujar seorang warga Batuampar.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru