MATAPEDIA6.com, BATAM – Misteri penemuan jenazah pria tanpa identitas yang mengapung di perairan Air Dapur Luar, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, akhirnya terungkap.
Sosok yang semula disebut sebagai Mr X itu diketahui merupakan Bendahara Keuangan Rumah Sakit BP Batam (RSBP) Batam, Sapto Agus Rinugraho.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Humas RSBP Batam, Dirman, saat dikonfirmasi pada Senin (16/2/2026) dan memastikan korban adalah bagian dari keluarga besar rumah sakit tersebut.
“Iya, Bapak Sapto Agus Rinugraho merupakan bendahara di rumah sakit. Kami turut berdukacita atas kepergian beliau,” ujar Dirman.
Dia mengatakan, pihak rumah sakit awalnya hanya menerima informasi terkait penemuan jenazah di wilayah Galang. Keluarga kemudian mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan identitas korban.
Baca juga: RSBP Fun Run 2026 Sukses Digelar, 300 Peserta Ramaikan Sekupang dan Gaungkan Gaya Hidup Sehat
“Sebelumnya ada informasi penemuan jenazah di Galang. Keluarga langsung datang ke RS Bhayangkara dan benar itu Pak Sapto. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, manajemen RSBP Batam telah menyampaikan ucapan duka cita melalui media sosial resmi rumah sakit serta mengirimkan karangan bunga ke rumah duka. Pihak rumah sakit juga menggelar doa bersama setiap malam untuk almarhum.
“Kami dari perwakilan rumah sakit terus mendoakan almarhum. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tambah Dirman.
Sebelumnya, warga dan nelayan di Kecamatan Galang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria pada Sabtu (14/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Jasad tersebut ditemukan tersangkut di bubu atau perangkap ikan milik nelayan di perairan Air Dapur Luar.
Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, membenarkan adanya penemuan tersebut. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membengkak dan diperkirakan telah beberapa hari berada di laut.
“Korban ditemukan dalam kondisi sudah membengkak. Diperkirakan sudah beberapa hari berada di perairan sebelum ditemukan,” ujar Hendrizal.
Ia menjelaskan, jasad pertama kali ditemukan saat seorang nelayan hendak mengangkat bubu yang dipasangnya. Ketika perangkap ditarik ke atas, nelayan itu mendapati tubuh pria dalam kondisi tersangkut.
Baca juga: RSBP Batam Bangun Budaya Bersih Lewat Aksi Gotong Royong Pegawai
Korban saat itu mengenakan kaus, namun belum dapat diidentifikasi di lokasi karena kondisi jenazah yang sudah membusuk.
Aparat kepolisian bersama warga kemudian melakukan proses evakuasi dan membawa jasad ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan medis serta proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, kabar kepergian Sapto Agus Rinugraho meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan kerjanya di RSBP Batam.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega


















