Kader NasDem Kepri dan Batam Kecam Sampul Tempo, Tegaskan Soliditas Tak Goyah

Rabu, 15 April 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kepri menggelar konsolidasi di Sekretariat NasDem, Ruko Grand Niaga Mas, Belian, Batam, Rabu (15/4/2026). Foto:Rega/matapedia

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kepri menggelar konsolidasi di Sekretariat NasDem, Ruko Grand Niaga Mas, Belian, Batam, Rabu (15/4/2026). Foto:Rega/matapedia

65 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kader Partai NasDem di Kepulauan Riau langsung bereaksi keras terhadap sampul Majalah Tempo edisi pekan ini yang menampilkan karikatur Ketua Umum Surya Paloh. Mereka menilai visual tersebut melampaui batas kritik dan menyentuh ranah martabat.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kepri menggelar konsolidasi di Sekretariat NasDem, Ruko Grand Niaga Mas, Belian, Batam, Rabu (15/4/2026). Sejumlah anggota DPRD dari Fraksi NasDem Kepri dan Batam hadir membahas polemik nasional yang dipicu laporan utama bertajuk “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk”.

Kader NasDem menegaskan sikap: mereka tidak mempermasalahkan kritik dalam isi pemberitaan, namun menolak keras visualisasi karikatur yang dianggap merendahkan.

Sekretaris DPW NasDem Kepri, Dewi Socowati, menilai karikatur tersebut tidak mencerminkan etika jurnalistik yang berimbang.

“Karikatur itu merendahkan martabat kami. Kami wajib mendengar suara kader dan simpatisan,” ujarnya tegas.

Baca juga:SMKN 2 Batam Jadi Percontohan Kurikulum P4GN di Kepri untuk Tangkal Narkoba

Ia juga menyoroti penggambaran yang dinilai memberi kesan negatif terhadap masa depan partai. “Personifikasi itu terlalu jauh dan memberi dampak ke persepsi publik,” katanya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi NasDem, Arlon Veristo, meluruskan narasi yang berkembang. Ia menegaskan bahwa pertemuan antara Surya Paloh dan Presiden Prabowo Subianto merupakan hal lumrah dalam dunia politik.

“Komunikasi politik itu biasa. Kami di daerah juga melakukan hal yang sama. NasDem ini partai politik, bukan perusahaan,” ujar Arlon.

Ia menepis anggapan yang menyebut NasDem sebagai entitas bisnis. Menurutnya, narasi tersebut menyesatkan dan berpotensi merusak citra partai di ruang publik.

Meski mengecam, kader NasDem Kepri tetap menunjukkan sikap dewasa. Mereka mengapresiasi permintaan maaf dari pihak Tempo dan mengajak seluruh kader tidak terpancing emosi.

“Kami menerima permohonan maaf tersebut. Ini harus jadi pembelajaran bersama,” kata Dewi.

Kader juga meminta agar polemik tidak berkembang menjadi “bola liar” yang justru melemahkan soliditas internal maupun memengaruhi opini publik secara tidak sehat.

Dalam pernyataan sikap resmi, DPW NasDem Kepri menegaskan enam poin utama:

1. Mengecam pemberitaan dan visualisasi sampul yang dinilai tidak berimbang dan merendahkan martabat tokoh bangsa.

2. Mengapresiasi aksi kader yang menyampaikan protes sebagai bentuk kepedulian menjaga marwah partai.

3. Menerima permohonan maaf Tempo dan mengajak kader tetap tenang serta menjunjung nilai demokrasi.

4. Menegaskan soliditas partai tetap kuat, bahkan semakin terkonsolidasi.

5. Mendorong pers menjaga independensi, objektivitas, dan integritas.

6. Menyatakan dukungan penuh terhadap langkah dan kebijakan DPP Partai NasDem.

Kader NasDem Kepri menutup sikap dengan satu pesan tegas: dinamika politik adalah hal biasa, namun marwah partai tetap harus dijaga. Mereka memastikan akan membawa perkembangan ini ke tingkat pusat sebagai bagian dari konsolidasi nasional.

Dikutip dalam laman Tempo, Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra, menyatakan perbedaan perspektif terhadap pemberitaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Ia menegaskan materi pemberitaan Tempo telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

“Tempo sudah dan akan selalu memberikan ruang bagi Partai NasDem atau pihak mana pun untuk memberikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut,” ujar Setri Yasra.

Tempo mendorong setiap masukan terhadap produk jurnalistik diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia di Dewan Pers, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Berkaitan dengan dampak sampul laporan utama tersebut yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, kami meminta maaf,” tuturnya.

Baca juga:OJK–Ekraf Tancap Gas Web3: IP Indonesia Dibidik Jadi Aset Baru Bernilai Tinggi

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

 

Berita Terkait

DPW PAN Kepri Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Ridhwan: Pererat Silaturahmi Besarkan Partai
Politik Uang dan Biaya Mahal Disorot, Praktisi–Akademisi Batam Dorong Evaluasi Sistem Pilkada
Amsakar Mundur dari Ketua DPW NasDem Kepri, Pietra Paloh Teri SK dari Surya Paloh
Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR Usai Sanksi Enam Bulan
Usai Rakornas, Iman Sutiawan Gerakkan Kader Gerindra Kepri Bidik Dampak Nyata bagi Rakyat
Konsolidasi DPW-DPD Nasdem, Amsakar: Minta Kader Harus Solid dan Akhiri Isu Pelemahan
Hendra Asman Mundur dari Kursi Wakil Ketua III DPRD Batam, Fokus Pemulihan Kesehatan
Masa Kepengurusan Berakhir, DPD PDIP Kepri Gelar Konferda dan Konfercab di Batam

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:42 WIB

Kader NasDem Kepri dan Batam Kecam Sampul Tempo, Tegaskan Soliditas Tak Goyah

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:39 WIB

DPW PAN Kepri Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Ridhwan: Pererat Silaturahmi Besarkan Partai

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:44 WIB

Politik Uang dan Biaya Mahal Disorot, Praktisi–Akademisi Batam Dorong Evaluasi Sistem Pilkada

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:46 WIB

Amsakar Mundur dari Ketua DPW NasDem Kepri, Pietra Paloh Teri SK dari Surya Paloh

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:48 WIB

Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR Usai Sanksi Enam Bulan

Berita Terbaru