MATAPEDIA6.com, BATAM— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam tak hanya menyasar pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja. Sebanyak 6.042 tenaga kerja telah terserap dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam.
Untuk memastikan program tersebut berjalan aman dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Suhendri meminta pengelola SPPG mengutamakan tenaga kerja lokal sekaligus memperketat pengawasan keamanan pangan.
Pesan itu disampaikan Suhendri saat bertatap muka dengan 12 koordinator wilayah SPPG tingkat kecamatan se-Kota Batam di SPPG Baloi Permai, Mega Legenda, Kamis (22/10/2026). Pertemuan tersebut membahas pengawasan pelaksanaan MBG, mulai dari keamanan makanan hingga penyerapan tenaga kerja.
“Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” demikian penekanan Kapolda dalam arahannya.
Ia mendorong setiap SPPG memprioritaskan warga setempat dalam perekrutan tenaga kerja. Dengan begitu, keberadaan dapur MBG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi operasional.
Di sisi lain, Suhendri mengingatkan pengelola SPPG agar tidak mengabaikan keamanan pangan. Pengawasan harus mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan lingkungan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Ia meminta seluruh pengelola mematuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan menjalankan prosedur operasional secara konsisten untuk mencegah risiko keracunan makanan.
Kapolda juga mendorong koordinator wilayah, camat, kepala SPPG, dan instansi terkait memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai kendala di lapangan.
Pengawasan perlu berjalan secara konsisten untuk mencegah penyimpangan sekaligus memastikan pelaksanaan program berlangsung transparan dan bertanggung jawab.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, mengapresiasi dukungan Polda Kepri terhadap pelaksanaan MBG, khususnya dalam mendorong penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
Defri melaporkan, dari 148 SPPG yang tercatat di Batam, sebanyak 129 unit aktif beroperasi. Selain itu, 10 SPPG baru telah diresmikan.
Baca juga:BP Batam dan Dewan Pers Bahas Profesionalisme Media di Tengah Disrupsi Informasi
Menurut Defri, operasional SPPG telah menyerap 6.042 tenaga kerja. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mengolah dan membagi porsi makanan, hingga mendistribusikannya kepada penerima manfaat.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG turut menciptakan peluang kerja di Batam. Karena itu, pengelolaan program perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas makanan dan memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo, Kapolresta Barelang, para pejabat utama Polda Kepri, koordinator wilayah SPPG Kota Batam, para koordinator kecamatan, kepala SPPG, serta Ketua Yayasan Keluarga Bin Hood, Hardi Bin Hood.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program Prioritas Kapolri Quick Wins 1, Pengungkit 3, yakni Polisi Peduli Pengangguran, yang mendorong sinergi Polri dengan berbagai pihak untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
Ia juga mengingatkan warga dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam tanpa biaya untuk meminta bantuan atau menyampaikan pengaduan.
Baca juga:BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, GWM Bank Turun Mulai November 2026
Editor:Zalfirega











