MATAPEDIA6.com, BATAM-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan penguatan sinergi dengan Polda Kepulauan Riau untuk menutup jalur peredaran narkotika di wilayah perbatasan.
Hal itu diungkapkan dalam audiensi bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di Mapolda Kepri, Jumat (16/1/2026).
Sebagai provinsi dengan banyak pintu masuk laut dan udara, Kepri dinilai rawan menjadi jalur transit narkotika lintas negara.
Karena itu, BNN dan Polda Kepri memusatkan strategi pada kolaborasi pencegahan, penegakan hukum, dan kerja sama regional.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, menegaskan pihaknya memperketat pengawasan di pelabuhan legal maupun jalur tidak resmi. Polda Kepri menggandeng BNN, TNI, Bakamla, Korpolairud Mabes Polri, serta memperkuat koordinasi dengan Singapura dan Malaysia untuk memutus jaringan lintas batas.
Baca juga:BNN Kepri dan Polda Kepri Ubrak-abrik Kampung Narkoba Simpang DAM, 36 Warga Positif Narkotika
“Kami hadapi tantangan serius di wilayah perbatasan. Sinergi lintas instansi dan kerja sama dengan negara tetangga menjadi kunci menutup celah peredaran narkotika,” tegas Irjen Pol Asep Safrudin dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Audiensi juga dihadiri jajaran pimpinan BNN RI dan Polda Kepri, termasuk Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI Irjen Pol Agus Irianto, Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Hanny Hidayat, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, serta Kepala BNN Kota Batam Kombes Pol Nestor N. Simanihuruk.
Pertemuan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk mengoptimalkan pencegahan dan penindakan, sekaligus simbol penguatan sinergi melalui pertukaran cenderamata. Fokusnya satu: mengamankan Kepri dari ancaman narkotika.
Sementara itu, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan penguatan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kepulauan Riau saat kunjungan kerja awal 2026.
Ia menyoroti posisi strategis Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara dan rawan menjadi pintu masuk narkoba.
Usai bertemu Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Suyudi menekankan penanganan narkotika harus linier: penindakan, pencegahan, dan rehabilitasi berjalan beriringan. BNN memperkuat sinergi dengan Polda Kepri dan pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, BNN mendorong rehabilitasi bagi pengguna agar pulih dan tidak kembali terjerat narkoba, serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan agar menjadi benteng dan mitra aparat di lingkungan masing-masing.
Baca juga:Lahan Tidur Berbuah, Lapas Batam Panen 250 Kg Pangan Dukung Program Menteri Imipas 2026
Editor:Zalfirega


















