KURMA 2026 Dorong UMKM Kepri dan Perkuat Ekonomi Syariah di Ramadan 1447 H

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto bersama media pada Selasa (3/2/2026). Foto:Rega/matapedia

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto bersama media pada Selasa (3/2/2026). Foto:Rega/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM – Perekonomian syariah di Kepulauan Riau terus bergerak. Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 hadir bukan sekadar festival, tetapi panggung konsolidasi ekonomi umat yang kian matang dari tahun ke tahun.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta sejumlah mitra strategis kembali menggelar KURMA untuk ketiga kalinya pada Ramadan 1447 Hijiriah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto Purubaskoro mengatakan, panitia mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah (Eksyar) sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.

“KURMA 2026 juga masuk dalam rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang bermuara pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF),” ujarnya dalam sesi bincang bersama media di kantor Bank Indonesia Kepulauan Riau, Selasa (3/2/2026).

Sinergi ini menargetkan dua hal besar: memperkuat fondasi ekonomi syariah daerah dan mengangkat posisi Indonesia di pasar halal global.

Baca juga:Dari Barcelona ke Indonesia, Indosat Pamer 5G Berbasis AI dan Siap Terapkan di Tanah Air

Sejak digelar pertama kali pada 2024, KURMA langsung mencuri perhatian nasional. Wakil Presiden RI saat itu, Ma’ruf Amin, membuka KURMA perdana dan menegaskan pentingnya Kepri sebagai gerbang ekonomi syariah kawasan perbatasan.

Pada 2025, KURMA edisi kedua diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Level dukungan yang terus meningkat menunjukkan bahwa Kepri tidak lagi sekadar penonton dalam arus besar ekonomi syariah nasional.

KURMA 2025 mencatat hasil konkret. Transaksi penjualan UMKM menembus Rp2,33 miliar.

Business matching pembiayaan mencapai Rp2,19 miliar. Tingkat pemahaman edukasi ekonomi syariah menunjukkan hasil kuat dengan rata-rata nilai post test 81,79.

“Angka-angka ini menegaskan bahwa KURMA bukan seremoni tahunan, melainkan mesin transaksi dan literasi,” sebut dia.

Inflasi Kepri Februari 2026 Tetap Terkendali

Di tengah geliat Ramadan, inflasi Kepri pada Februari 2026 tetap terjaga dalam kisaran target. Kenaikan harga terutama dipicu oleh emas perhiasan serta meningkatnya mobilitas dan konsumsi masyarakat. Komoditas seperti daging ayam ras dan buncis turut memberi andil.

Sejumlah daerah Indeks Harga Konsumen (IHK) seperti Batam, Tanjungpinang, dan Karimun mencatat dinamika harga yang relatif terkendali dibanding tekanan nasional. Stabilitas ini menjadi sinyal bahwa daya beli masih terjaga meski aktivitas ekonomi meningkat.

Perbankan Tumbuh Dua Digit, Kredit Melaju

Dari sisi sektor keuangan, perbankan di Kepri mencatat pertumbuhan solid. Posisi aset perbankan mencapai lebih dari Rp119 triliun dengan pertumbuhan dua digit secara tahunan. Kredit juga tumbuh signifikan, mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang tetap kuat.

Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali di kisaran aman, sejalan dengan tren nasional. Penyaluran kredit terbesar mengalir ke sektor industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta listrik, gas, dan air.

Struktur ini menunjukkan bahwa Kepri terus mengandalkan sektor riil sebagai motor penggerak.

Memasuki tahun ketiga, KURMA tidak lagi membangun fondasi—ia mulai mempercepat langkah. Pemerintah daerah, otoritas moneter, pelaku usaha, dan komunitas syariah kini bergerak dalam satu irama.

Ramadan menjadi momentum spiritual sekaligus akselerator ekonomi. Dari bazar UMKM hingga forum pembiayaan, dari literasi hingga transaksi miliaran rupiah, KURMA 2026 menegaskan satu hal: ekonomi syariah Kepri tidak berhenti pada wacana, tetapi terus tumbuh dengan data dan aksi nyata.

Baca juga:Tinjau Gudang Bulog Batam, Nyanyang Haris Pratamura Pastikan Stok Sembako Aman hingga Lebaran

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

Berita Terkait

BI Kepri Buka KURMA 2026 di One Batam Mall, Target Transaksi UMKM Rp 2,5 Miliar
BI Kepri Buka Layanan Tukar Uang 9–10 Maret di One Batam Mall, Daftar via Aplikasi Pintar Maksimal Rp5,3 Juta
OJK Kepri Sebut Kredit Melonjak, Literasi Syariah Meluas di Ramadan
Bidik Lonjakan PMA, BP Batam Perkuat Kantor Perwakilan di Singapura
Mudik Nyaman, Ramadan Aman: Indosat Siagakan 1.096 Titik dan Satspam+ Anti-Scam
Feriadi Soeprapto Sabet Indonesia Best CEO 2025, Tegaskan Kepemimpinan Adaptif JNE
Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo: Ekonom Sebut PT Ormat Geothermal Indonesia Punya Dampak Ekonomi Besar
Impor Energi dari AS Dinilai Langkah Politik-Ekonomi, Pakar: Jaga Pasokan Sekaligus Perkuat Posisi Tawar

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:33 WIB

BI Kepri Buka KURMA 2026 di One Batam Mall, Target Transaksi UMKM Rp 2,5 Miliar

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:26 WIB

BI Kepri Buka Layanan Tukar Uang 9–10 Maret di One Batam Mall, Daftar via Aplikasi Pintar Maksimal Rp5,3 Juta

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:04 WIB

OJK Kepri Sebut Kredit Melonjak, Literasi Syariah Meluas di Ramadan

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:27 WIB

KURMA 2026 Dorong UMKM Kepri dan Perkuat Ekonomi Syariah di Ramadan 1447 H

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:36 WIB

Bidik Lonjakan PMA, BP Batam Perkuat Kantor Perwakilan di Singapura

Berita Terbaru