OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Aceh Ventura, Tak Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum

Selasa, 4 November 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Aceh Ventura, Tak Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum. Foto:OJK Kepri

OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Aceh Ventura, Tak Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum. Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap perusahaan modal ventura yang tidak patuh pada aturan.

Kali ini, regulator mencabut izin usaha PT Sarana Aceh Ventura (SAV) karena gagal memenuhi ketentuan ekuitas minimum meski telah diberi waktu panjang untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Pencabutan izin tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-65/D.06/2025 tertanggal 29 Oktober 2025.

Perusahaan yang beralamat di Jalan Tgk Syech Muda Wali Nomor 39, Banda Aceh, itu sebelumnya sudah dijatuhi sanksi pembekuan kegiatan usaha namun tetap tak mampu menyehatkan modalnya.

Baca juga: OJK Tegaskan: Transformasi Digital Harus Perluas Akses, Bukan Ciptakan Kesenjangan Baru

“OJK telah memberikan waktu yang cukup bagi PT SAV untuk menuntaskan kewajiban ekuitasnya. Namun sampai batas akhir yang disetujui, perusahaan tidak menyelesaikan permasalahan tersebut,” tegas OJK dalam keterangan resminya, Selasa (4/11/2025).

Langkah pencabutan izin ini merujuk pada POJK Nomor 35/POJK.05/2015 dan POJK Nomor 25 Tahun 2023 yang memberi dasar hukum bagi OJK untuk bertindak terhadap perusahaan modal ventura yang tidak memenuhi kewajiban keuangan minimum.

Dengan dicabutnya izin usaha, PT SAV dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang modal ventura dan diwajibkan segera:

  • 1. Menyelesaikan seluruh hak dan kewajiban dengan debitur, kreditur, serta pihak terkait.
    2. Menyelenggarakan RUPS maksimal 30 hari kerja sejak pencabutan izin untuk memutuskan pembubaran badan hukum dan membentuk Tim Likuidasi
    3. Memberi informasi terbuka kepada masyarakat dan pihak berkepentingan terkait mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban.
    4. Menunjuk Gugus Tugas dan Pusat Layanan sementara yang dilaporkan ke OJK paling lambat lima hari kerja setelah keputusan pencabutan izin.

Debitur, kreditur, maupun masyarakat yang berkepentingan dapat menghubungi: Zulfan Dlisyah – 0812 6981 142 M. Hasbi Syawaluddin – 0812 6903 738
Email: (sarana.aceh.ventura@gmail.com](mailto:sarana.aceh.ventura@gmail.com)/ (sarana_aceh_ventura@yahoo.co.id](mailto:sarana_aceh_ventura@yahoo.co.id)

Selain itu, OJK juga melarang PT SAV menggunakan kata ventura atau ventura syariah dalam nama perusahaan setelah pencabutan izin.

Langkah ini menunjukkan keseriusan OJK menertibkan industri modal ventura agar tetap sehat, transparan, dan terpercaya, demi menjaga kepercayaan publik terhadap ekosistem pembiayaan nasional.

Baca juga:Kepemimpinan Inovatif: Eri Palgunadi Antar JNE Raih Best CMO Award 2025

Editor:Miezon

Berita Terkait

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terbaru