OJK Pacu Transformasi Keuangan Digital yang Aman, Adaptif, dan Inklusif

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara. Foto:OJK/Kepri

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara. Foto:OJK/Kepri

MATAPEDIA6.com, BALI– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan langkah agresifnya membangun ekosistem keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Fokus utamanya: memperkuat tata kelola, mempercepat inovasi, dan menyiapkan kerangka tokenisasi aset yang adaptif terhadap laju teknologi.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, menyampaikan arah tersebut saat membuka hari kedua OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 di Bali, forum yang digelar OJK bersama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan dukungan Financial Services Commission (FSC) Korea.

“Kerja sama OJK–OECD sudah berkembang dari dialog kebijakan hingga program pengembangan kapasitas seperti secondment pegawai. Kini kolaborasi itu masuk ke ranah yang lebih strategis: keuangan digital, AI, dan aset digital,” ujar Mirza dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Baca juga: Survei OJK: Kinerja Perbankan Menguat hingga Akhir 2025

Forum ini juga menjadi tindak lanjut kemitraan OJK dan FSC Korea yang telah terikat MoU sejak 2016.

Diskusi hari kedua menyoroti perubahan lanskap keuangan digital di Asia, khususnya pemanfaatan Distributed Ledger Technology (DLT) tokenisasi, hingga central bank digital currency (CBDC).

Mirza menegaskan bahwa teknologi seperti AI dan tokenisasi “bukan lagi isu masa depan, tetapi realitas yang sedang membentuk ulang arsitektur pasar keuangan global.”

Berbagai laporan internasional memprediksi nilai pasar tokenisasi global akan meroket dari 0,6 triliun dolar AS menjadi 18,9 triliun dolar AS pada 2033 dengan Asia Pasifik menjadi motor pertumbuhan, mencatat laju tahunan lebih dari 21 persen.

Baca juga:OJK–OECD Sepakat Percepat Transformasi Keuangan Digital yang Bertanggung Jawab

Kawasan ini juga memimpin adopsi layanan keuangan digital, termasuk aset kripto, stablecoin, dan decentralized finance (DeFi).

OJK sudah menguji sejumlah model bisnis melalui regulatory sandbox, terutama untuk tokenisasi aset nyata seperti emas, properti, dan surat berharga negara.

Beberapa model bisnis telah lolos dan menunjukkan minat tinggi pasar terhadap kepemilikan fraksional dan kebutuhan investasi berambang rendah.

Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) Hasan Fawzi menilai forum ini membuka ruang pertukaran ide dan praktik terbaik untuk mempercepat pematangan ekosistem tokenisasi, baik regional maupun global.

“Kita perlu mendorong inovasi yang bertanggung jawab, menyeimbangkan pertumbuhan dengan pelindungan konsumen, integritas pasar, dan stabilitas sistem keuangan,” tegasnya.

OJK menekankan pentingnya kolaborasi lintas regulator, pelaku industri, dan organisasi internasional untuk membangun masa depan keuangan digital yang tangguh.

Forum yang dihadiri lebih dari 40 regulator dan pakar global ini ditutup oleh Head of Financial Markets OECD Fatos Koc bersama Hasan Fawzi.

OJK optimistis inovasi digital dapat berkembang secara inklusif, adaptif, dan tetap sejalan dengan prinsip pelindungan konsumen serta stabilitas sistem keuangan.

Baca juga:OJK Sambut Ratu Maxima, Mulai Agenda Penguatan Kesehatan Finansial di Indonesia

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terbaru