MATAPEDIA6.com, MEDAN – Pertamina Patra Niaga mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara dengan mengoperasikan seluruh infrastruktur utama selama 24 jam.
Perusahaan juga menambah armada mobil tangki dan memperkuat personel distribusi guna mempercepat pasokan BBM ke SPBU.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan Integrated Terminal Medan Group kini beroperasi penuh selama 24 jam.
Pertamina juga memaksimalkan operasional Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran, serta Integrated Terminal Lhokseumawe untuk mempercepat penyaluran BBM ke berbagai daerah di Sumatera Utara.
Tak hanya di sisi terminal, Pertamina turut memperpanjang jam layanan sejumlah SPBU di Kota Medan.
Beberapa SPBU kini melayani masyarakat tanpa henti selama 24 jam agar kebutuhan BBM tetap terpenuhi.
Hari memastikan stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman.
Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina menambah 30 unit mobil tangki melalui skema spot charter yang difokuskan ke wilayah dengan kebutuhan pasokan tinggi.
Baca juga:Pertamina Tambah 35 Mobil Tangki, Distribusi BBM di Sumut Dikebut 24 Jam
“Penambahan armada ini kami fokuskan untuk mempercepat distribusi BBM ke SPBU sehingga pasokan dapat segera kembali normal,” kata Hari.
Di sektor transportasi, Elnusa Petrofin sebagai mitra distribusi memperkuat jumlah Awak Mobil Tangki (AMT) melalui kerja sama dengan Bekang TNI.
Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran operasional distribusi di lapangan.
Menurut Hari, kombinasi operasional terminal 24 jam, penambahan armada, penguatan personel AMT, dan layanan SPBU non-stop menjadi strategi utama untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara.
Ia juga membantah isu yang menyebut adanya aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki.
Pertamina, kata dia, memastikan seluruh proses distribusi berjalan sesuai standar operasional perusahaan.
“Kami memastikan seluruh rantai distribusi tetap berjalan. Tidak ada aksi mogok kerja AMT yang mengganggu penyaluran BBM,” ujarnya.
Pertamina menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta mitra transportasi untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM.
Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan melalui SPBU resmi Pertamina.
Editor: Zalfirega










