PT BSP Jamin Hak Warga dan Kelestarian Lingkungan KEK Tanjung Sauh

Selasa, 17 Juni 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP) anak usaha Panbil Group menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat. Foto:Istimewa

PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP) anak usaha Panbil Group menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Batam serta Kepulauan Riau mendapat dorongan baru dengan ditetapkannya Kawasan Industri Tanjung Sauh sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024.

Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diprakarsai oleh PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP) anak usaha Panbil Group.

Terletak di Pulau Tanjung Sauh, Batam, KEK ini menargetkan pengembangan lahan seluas 840,67 hektare dengan fokus pada industri otomotif, elektronik, hingga energi baru terbarukan.

PT BSP menyatakan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Sebelum memulai proyek, perusahaan telah menyelesaikan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan mendapatkan persetujuan dari pemerintah untuk rencana mitigasi lingkungan dan sosial.

Director of Environmental Panbil Group, Teddy Tambunan, menegaskan bahwa perusahaan mengutamakan pendekatan humanis, terutama dalam menjangkau komunitas pesisir dan Suku Laut di Pulau Tanjung Sauh.

“PT BSP memahami kekhawatiran masyarakat terhadap perubahan besar ini. Karena itu, kami memprioritaskan komunikasi intensif dan dialog terbuka untuk menemukan solusi bersama,” ujar Teddy dalam pernyataan yang disampaikan Corporate Marketing Communication Manager Panbil Hospitality Group, Hanna Kurniawati, Selasa (17/6/2025).

Ia menyebut PT BSP aktif berdialog dengan masyarakat terdampak dan menggandeng mereka dalam pembangunan rumah relokasi dan fasilitas pendukung di Pulau Ngenang. Proses relokasi dilakukan dengan kompensasi yang adil, termasuk penyediaan hunian yang layak dan infrastruktur penunjang kehidupan sehari-hari.

“Kami tidak hanya membangun ulang tempat tinggal, tapi juga merancang ulang masa depan mereka. Ini bukan semata kewajiban, tapi tanggung jawab moral kami,” katanya.

Program Sosial dan CSR Berkelanjutan

Sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSP telah menyalurkan bantuan sembako dan hewan kurban kepada masyarakat Pulau Tanjung Sauh dan Pulau Ngenang dalam momen Idul Adha. Perusahaan juga menyiapkan program berkelanjutan seperti:

Pelatihan keterampilan, Penyediaan fasilitas sekolah dan Layanan kesehatan gratis.

Teddy menegaskan bahwa program CSR ini disusun dalam kerangka jangka panjang yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kami ingin KEK Tanjung Sauh menjadi penggerak ekonomi lokal yang menciptakan lapangan kerja berkelanjutan untuk generasi kini dan masa depan,” tegasnya.

Perlindungan Lingkungan Laut

PT BSP juga menaruh perhatian besar terhadap ekosistem laut di sekitar kawasan. Perusahaan telah menyusun Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) yang mencakup aspek fisik, kimia, biologi, sosial, dan budaya. Dokumen ini telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Teddy menjelaskan bahwa pengelolaan limbah konstruksi akan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi pencemaran dan menjaga daya dukung lingkungan.

Selain itu, lanjut Teddy, KEK Tanjung Sauh akan dilengkapi dengan pelabuhan modern yang memiliki terminal peti kemas, terminal curah dan cairan, serta terminal energi.

Kawasan ini juga akan menerapkan sistem energi pintar dan bersih seperti: Panel surya. Turbin angin dan gas pembangkit listrik hidrogen/low-carbon steam

Dengan dukungan infrastruktur dan fokus pada sektor strategis PT BSP menargetkan ribuan lapangan kerja dan masuknya investasi berskala besar ke Batam dan Kepri.

Baca juga:Perkuat Kerja Sama, Dr Mohamad Maliki Bin Osman Singapura Kunjungi Industri Panbil Tembesi Batam

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri
General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen
Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus
Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Selasa, 15 September 2026 - 15:47 WIB

Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Berita Terbaru