Perkuat Kerja Sama, Dr Mohamad Maliki Bin Osman Singapura Kunjungi Industri Panbil Tembesi Batam

Kamis, 22 Agustus 2024 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Dari sebelah Kiri) Patrick Aritonang, Gavin Ang, Dr.Mohamad Maliki Bin Osman,  Johanes Kennedy, Sudirman Saad. Foto:Dok/Panbil

(Dari sebelah Kiri) Patrick Aritonang, Gavin Ang, Dr.Mohamad Maliki Bin Osman, Johanes Kennedy, Sudirman Saad. Foto:Dok/Panbil

MATAPEDIA6.com, BATAM– Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy menerima kunjungan dari Dr Mohamad Maliki Bin Osman Minister in the Prime Minister’s Office, Second Minister for Education & Foreign Affairs of the Republic of Singapore.

Dia bersama rombongan berkunjung ke Batam wilayah Industri Panbil Tembesi, TPM Batam pada Kamis, (22/8).

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama dari Pemerintah Singapura ke Panbil Group.

Selain Dr. Mohamad Maliki Bin Osman, kunjungan bisnis ini juga dihadiri oleh Weiming Tan selaku Deputy Director-General, Southeast Asia I Directorate, Ministry of Foreign Affairs Singapore serta Gavin Ang selaku Consul-General, Singapore Consulate-General in Batam.

Sementara yang hadir Panbil Group, Johanes Kennedy, didampingi oleh Key Executives Panbil Group yaitu Mahdian selaku Chief Financial Officer serta Patrick Aritonang selaku Chief Operating Officer.

Batam merupakan salah satu kota dengan perkembangan ekonomi yang pesat di Indonesia. Dengan adanya Panbil Group melalui Kawasan Industri Tembesi dan Tanjung Sauh dapat membawa potensi besar untuk menjalin kerjasama ke ranah Internasional antara Singapura dan Indonesia.

“Saya melihat kerjasama yang terjalin antara Panbil bersifat positif serta saling mendukung dalam hal perkembangan ekonomi dan sosial, yang nantinya diharapkan dapat memaksimalkan infrastruktur untuk dapat menerima market Global.” ungkap Dr Mohamad Maliki Bin Osman dalam keterangan diterima, Kamis (22/8).

Sementara Chairman Panbil Group Johanes Kennedy mengapresiasi atas kunjungan dari pemerintah Singapura. Menurutnya kunjungan ini dapat memperkuat kerjasama di berbagai sektor, seperti manufaktur, teknologi, industri serta pengembangan sumber daya manusia.

“Panbil berkomitmen untuk terus menyediakan lingkungan bisnis yang kondusif, efisien, dan ramah bagi para investor. Panbil juga terus menyediakan Kawasan Industri yang competitive yang mengarah pada green energy secara bertahap meningkatkan bauran energi hingga pada waktunya dapat memenuhi Net Zero Emission (NZE) by 2060 seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.” ujar Johanes Kennedy.

Kawasan Panbil adalah sebuah kawasan terpadu yang terletak di jantung Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dengan luas mencapai 300 hektar.

Kawasan ini terdiri dari area industri, komersial, dan residensial yang terus berkembang. Dengan lebih dari 25 tenant perusahaan manufaktur berskala multinasional, 700 unit residensial, serta kawasan niaga yang dinamis, Panbil telah menjadi salah satu destinasi bagi para investor dan pelaku bisnis.

Johanes Kennedy juga dengan bangga memperkenalkan Kawasan Industri Panbil Tembesi yang kini tengah dikembangkan dengan luas 100 hektar.

Berlokasi di tengah Kota Batam, tak jauh dari Kawasan Industri sebelumnya serta memiliki infrastruktur yang mumpuni, tenaga kerja yang terampil dan kompeten, Panbil Tembesi menawarkan peluang investasi yang sangat menjanjikan.

Diyakini bahwa kawasan ini akan menjadi salah satu motor penggerak dalam meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat industri dan perdagangan di Asia Tenggara.

Cek berita artikel lainnya di Google News 

Editor:Zalfi

Berita Terkait

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
BP Batam Tawarkan Proyek Sampah Jadi Energi ke Perusahaan Jepang
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Jumat, 11 September 2026 - 16:33 WIB

STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Selasa, 8 September 2026 - 05:31 WIB

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center

Berita Terbaru