MATAPEDIA6.com, BATAM-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam mempercepat transformasi layanan kesehatan dengan meluncurkan Sistem Pelayanan Farmasi Digital untuk menekan risiko ‘medication error’ saat penyerahan obat kepada pasien.
Direktur RSUD Embung Fatimah Batam drg. Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV Tahun 2025 digagas Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, drg. Irma Solvia, M.K.M.
“Rumah sakit ini memilih digitalisasi sebagai solusi atas berbagai tantangan layanan farmasi: beban kerja petugas yang tinggi, pencatatan manual yang rawan keliru, kesalahan dosis, hingga keterlambatan distribusi obat di IGD, rawat jalan, dan rawat inap,” ungkap dia melalui Humas RSUD Embung Fatimah, Elin pada matapedia6, Senin (8/12/2025).
Baca juga: RSUD Embung Fatimah Rayakan 21 Tahun, Pacu Transformasi Digital dan Layanan Berhati
Ia menyebut, sistem baru tersebut menerapkan prinsip 7 benar obat dengan verifikasi digital, barcode/QR Code, peringatan alergi serta integrasi penuh dengan SIMRS Khanza.
Alur penyerahan obat kini lebih cepat, akurat, dan transparan, sekaligus mengajak pasien ikut memverifikasi identitas dan kesesuaian obat yang mereka terima.
Inovasi ini tak hanya memperkuat layanan internal. Program digitalisasi farmasi bertajuk “SIDEWA OBAT” juga mengantarkan RSUD Embung Fatimah meraih Harapan 1 kategori Inovasi Digital Terbaik pada ajang BRIDA Kota Batam, serta Juara 2 OPD Terinovatif.
“Penghargaan ini menegaskan konsistensi rumah sakit dalam memacu transformasi layanan berbasis teknologi,” ujarnya.
Elin menegaskan bahwa digitalisasi farmasi menjadi komitmen rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan, menjaga keselamatan pasien, dan memenuhi indikator mutu sesuai standar nasional.
Rumah sakit berencana melanjutkan penguatan pelayanan modern dengan berbagai inovasi digital lainnya.
“RSUD Embung Fatimah menargetkan rumah sakit lebih profesional, cepat, dan aman melalui transformasi digital yang berkesinambungan,” tutup dia.
Baca juga: Bocah 12 Tahun Meninggal Usai Ditolak BPJS di IGD, Begini Penjelasan RSUD Batam
Editor:Zalfirega



















