MATAPEDIA6.com, BATAM – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen suci ini sebagai waktu untuk refleksi diri sekaligus memperkuat kedamaian dalam kehidupan.
Dalam pesannya, Amsakar menekankan Hari Raya Nyepi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai ruang untuk menata kembali kehidupan secara lebih bijaksana dan penuh kesadaran.
“Nyepi mengajarkan kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas, menenangkan pikiran, serta menyucikan hati agar tercipta harmoni dalam kehidupan,” kata Amsakar.
Amsakar menjelaskan, melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, umat Hindu diajak untuk mengendalikan diri, mengurangi aktivitas duniawi, dan memperdalam nilai-nilai spiritual.
Namun lebih dari itu, nilai-nilai tersebut dinilai bersifat universal dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: 6 Warga Binaan Umat Hindu di Lapas Kelas IIA Batam Terima Remisi Nyepi
Menurutnya, semangat Nyepi dapat menjadi inspirasi dalam menjaga keseimbangan hidup, baik dalam hubungan antar sesama manusia maupun dengan alam sekitar.
“Momentum ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kedamaian, mempererat kebersamaan, serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman,” tambahnya.
Amsakar juga mengajak seluruh masyarakat Kota Batam untuk terus memperkuat toleransi antarumat beragama dan saling menghormati perbedaan yang ada.
Baca juga:Hari Raya Waisak, 27 Warga Binaan Lapas Batam dan 6 Lapas Perempuan Dapat Remisi Khusus
Amsakar berharap, keheningan Nyepi mampu membawa ketenangan batin sekaligus memperkuat semangat kolektif dalam membangun Batam yang lebih baik, damai, dan penuh kebersamaan.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















