MATAPEDIA6.com, BATAM-Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi inspirasi bagi lahirnya talenta-talenta baru dari Kepulauan Riau.
Berangkat dari semangat itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, ajang pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori U-8, U-10, dan U-12.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, dengan Ramadhan Sananta di Batam.
Dalam suasana santai, keduanya berbincang tentang masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak usia dini, hingga upaya membuka jalan bagi pemain muda daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Fary menilai Kepri memiliki banyak bakat muda yang berpotensi berkembang. Namun, menurutnya, talenta-talenta tersebut membutuhkan ruang dan kompetisi yang berkelanjutan untuk mengasah kemampuan.
“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang membuka jalan agar lahir lebih banyak Sananta baru dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” kata Fary dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Baca juga:Parkir Berhari-hari di Ruko Dekat Hotel Kaliban, Motor Tak Bertuan Diamankan Polsek Batam Kota
Sananta pun menyampaikan pesan kepada anak-anak Kepri agar tidak ragu mengejar cita-cita. Striker Timnas Indonesia itu mengajak generasi muda untuk terus berlatih dan menjaga disiplin.
“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Menurut Sananta, asal daerah bukan penghalang untuk meraih prestasi. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus berproses dan berkembang setiap hari.
“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar turnamen, BP Batam International Football Festival 2026 hadir sebagai gerakan membangun ekosistem sepak bola usia dini yang sehat dan kompetitif.
Ajang ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sport tourism, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.
Posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia dinilai menjadi keunggulan tersendiri. Letak strategis tersebut membuka peluang bagi Batam untuk berkembang sebagai pusat pembinaan sepak bola usia dini di kawasan regional.
Festival ini rencananya mempertemukan akademi dan pemain muda dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Melalui kolaborasi lintas negara, BP Batam berharap ajang tersebut menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, ajang olahraga internasional dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat citra Batam di mata dunia.
“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak cukup bertumpu pada infrastruktur fisik. Daerah juga perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mendorong tumbuhnya kreativitas generasi muda.
“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam yang juga Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menilai festival tersebut akan membawa dampak positif bagi berbagai sektor.
Menurut Li, kehadiran peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga berpotensi menggerakkan UMKM sekaligus memperluas jejaring internasional Batam.
“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif bagi daerah,” tutupnya.
Baca juga:Balita Hanyut di Tanjung Sengkuang Ditemukan Meninggal Dunia
Editor:Zalfirega
















